Australia Tidak Akan Buat Cadangan Kripto, Fokus ke Regulasi

Pemerintah Australia menegaskan tidak akan membangun cadangan kripto seperti AS. Sebaliknya, mereka memperketat regulasi. Apa dampaknya bagi industri?

article author image

KikiMar 4, 2025

article cover image

Sementara Amerika Serikat bergerak maju dengan rencana cadangan strategis kripto, pemerintah Australia justru mengambil sikap sebaliknya. Pemerintahan Anthony Albanese menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk membangun cadangan strategis aset kripto, meskipun negara-negara lain mulai mempertimbangkan langkah tersebut.

Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah berkembangnya pasar kripto global. Apakah Australia akan tertinggal dalam adopsi aset digital, atau justru menghindari risiko besar yang mungkin muncul dari volatilitas kripto?

AS dan Negara Lain Bergerak ke Arah Cadangan Kripto

Hanya beberapa hari sebelum pernyataan Australia ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Presidential Working Group on Digital Assets akan memasukkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) ke dalam cadangan strategis kripto negara.

Selain AS, beberapa negara bagian di Amerika serta beberapa negara lain mulai mengeksplorasi kemungkinan menambahkan kripto ke dalam neraca keuangan mereka. Langkah ini menandakan semakin diterimanya aset digital sebagai kelas investasi yang sah.

Namun, di Australia, pendekatan yang diambil justru berbeda. Seorang juru bicara Menteri Keuangan dan Jasa Keuangan Australia, Stephen Jones, menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah regulasi platform aset digital.

“Pemerintah Albanese telah berkonsultasi tentang kerangka kerja yang tepat untuk regulasi aset digital dan terus bekerja sama dengan industri,” katanya.

Menurut pemerintah Australia, blockchain dan aset digital memang menawarkan peluang besar bagi ekonomi, tetapi regulasi yang jelas menjadi prioritas dibandingkan adopsi langsung oleh negara.

Regulasi Kripto di Australia Semakin Ketat

Australia memang tidak menutup pintu bagi aset digital, tetapi lebih memilih pendekatan berbasis regulasi ketat.

  • Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC)** merilis konsultasi pada Desember 2024 yang mengategorikan banyak aset digital sebagai produk keuangan. Ini berarti perusahaan yang ingin menawarkan layanan kripto harus mendapatkan lisensi.

  • Australian Transaction Reports and Analysis Center (AUSTRAC)** juga mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan pengawasan terhadap industri kripto pada 2025, terutama terhadap ATM kripto yang mungkin digunakan untuk pencucian uang.

  • Data dari Coin ATM Radar menunjukkan bahwa Australia kini memiliki 1.453 ATM kripto, menjadikannya negara dengan jumlah ATM Bitcoin terbesar ketiga di dunia, naik signifikan dari hanya 67 ATM pada Agustus 2022.

Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun tidak memiliki rencana untuk cadangan strategis kripto, pemerintah Australia tetap serius dalam mengawasi pertumbuhan industri ini.

Akankah Australia Berubah Sikap?

Satu faktor yang bisa mengubah arah kebijakan kripto di Australia adalah kemungkinan pergantian pemerintahan.

  • Pemilu federal Australia** harus diadakan sebelum 17 Mei 2025.

  • Hasil survei terbaru dari YouGov** menunjukkan koalisi sayap kanan unggul tipis dengan 51% suara dibandingkan 49% suara untuk pemerintahan Partai Buruh yang dipimpin Albanese.

Jika terjadi pergantian pemerintahan, kebijakan terhadap kripto bisa mengalami perubahan. Beberapa pelaku industri bahkan menduga bahwa alih-alih cadangan strategis, Australia bisa mengadopsi model dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) yang memasukkan kripto sebagai aset jangka panjang.

Menurut Tom Matthews, Kepala Hubungan Korporat Swyftx, ide cadangan strategis memang populer, tetapi bisa menimbulkan risiko besar jika tidak dikelola dengan baik.

“Jika tujuan cadangan strategis negara adalah melindungi dari krisis, volatilitas harga kripto bisa menjadi masalah. Sulit membayangkan bagaimana kebijakan ini akan mendapat dukungan politik,” katanya.

Di sisi lain, Jonathan Miller, Managing Director Kraken Australia, menilai bahwa kripto sudah cukup diterima sebagai aset investasi.

“Jika dana pensiun dan dana kekayaan negara sudah berinvestasi di aset digital, kenapa tidak mempertimbangkan hal yang sama untuk Treasury?” ujarnya.

Australia Hati-Hati, Tapi Bisa Berubah

Keputusan Australia untuk tidak mengikuti langkah AS dalam membangun cadangan strategis kripto mungkin mengecewakan beberapa investor dan pelaku industri. Namun, langkah ini juga bisa dipahami sebagai upaya untuk menghindari risiko volatilitas yang tinggi.

Meskipun saat ini pemerintah lebih fokus pada regulasi, kemungkinan perubahan kebijakan masih terbuka, terutama jika pemilu mendatang membawa pemerintahan baru yang lebih pro-kripto.

Apakah Australia mengambil langkah yang tepat, atau justru kehilangan peluang besar dalam revolusi aset digital?

Nanovest News v3.23.2