Digital Rubel Rusia Ditunda! Apakah CBDC Ini Masih Memiliki Masa Depan?

Rusia memperpanjang fase uji coba digital rubel tanpa jadwal peluncuran baru. Apakah proyek ini menghadapi hambatan besar atau hanya penundaan strategis? Baca selengkapnya!

article author image

KikiMar 4, 2025

article cover image

Proyek Mata Uang Digital Rusia Tersendat

Rencana Rusia untuk meluncurkan Central Bank Digital Currency (CBDC), yang dikenal sebagai digital rubel, mengalami penundaan tanpa batas waktu. Bank Sentral Rusia, yang sebelumnya merencanakan adopsi lebih luas pada Juli 2025, kini memilih untuk memperpanjang fase uji coba guna menyempurnakan aspek teknis serta model ekonominya.

Keputusan ini diumumkan oleh Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina, yang menegaskan bahwa penundaan ini diperlukan agar semua aspek dari digital rubel benar-benar siap dan menguntungkan bagi semua pemangku kepentingan.

"Kami akan beralih ke implementasi massal digital rubel lebih lambat dari yang direncanakan. Kami ingin memastikan bahwa semua detail telah diperhitungkan dalam tahap uji coba serta melakukan konsultasi penuh dengan perbankan terkait model ekonomi yang paling menarik bagi klien mereka," ujar Nabiullina.

Dari Uji Coba Hingga Ketidakpastian

Sejak Agustus 2023, Rusia telah menguji coba digital rubel dalam lingkup terbatas, melibatkan 12 bank dan sekitar 600 pegawai. Pengujian ini mencakup:

  1. Fungsi dompet digital**

  1. Transfer dana antar pengguna**

  1. Pembayaran otomatis**

  1. Eksperimen transaksi bisnis**

Namun, setelah beberapa bulan berjalan, pemerintah Rusia tampaknya menyadari bahwa proyek ini masih membutuhkan banyak penyempurnaan sebelum bisa diterapkan secara luas.

Mengapa Digital Rubel Ditunda?

Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi alasan di balik keputusan ini:

Kesiapan Infrastruktur

Meskipun pengujian berjalan, teknologi di balik digital rubel masih membutuhkan penyempurnaan agar dapat menangani transaksi dalam skala nasional.

Model Ekonomi yang Belum Matang

Bank-bank yang terlibat dalam proyek ini perlu memahami lebih lanjut dampak ekonomi dari digital rubel terhadap sistem keuangan dan nasabah mereka.

Resistensi dari Perbankan Tradisional

CBDC sering kali dianggap sebagai ancaman bagi bank tradisional karena dapat mengurangi peran mereka sebagai perantara keuangan.

Sanksi Barat dan Tantangan Geopolitik

Rusia saat ini sedang menghadapi sanksi ekonomi dari Barat, dan adopsi mata uang digital dalam ekosistem keuangan global masih menjadi tantangan besar.

Masa Depan Digital Rubel: Harapan vs. Realita

Sebelum penundaan ini, Rusia memiliki ambisi besar untuk menjadikan digital rubel sebagai bagian dari sistem keuangan domestiknya. Nabiullina bahkan menargetkan bahwa pada 2031, digital rubel akan digunakan secara luas dalam transaksi harian.

Manfaat utama yang ditawarkan oleh digital rubel antara lain:

Gratis untuk transfer individu

Menekan biaya transaksi bisnis

Mempercepat pembayaran lintas batas

Mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat

Namun, dengan penundaan ini, masa depan digital rubel menjadi semakin tidak pasti. Meskipun Rusia terus memperkuat regulasi terkait aset digital seperti undang-undang perpajakan dan aturan penambangan kripto belum ada kepastian kapan digital rubel benar-benar siap untuk diimplementasikan.

Penundaan proyek digital rubel mengindikasikan bahwa transisi ke sistem keuangan berbasis CBDC bukanlah tugas yang mudah. Rusia, yang awalnya ingin mempercepat digitalisasi mata uangnya di tengah tekanan ekonomi global, kini harus mengambil langkah mundur untuk memastikan kesiapan penuh.

Apakah ini hanya jeda sementara atau tanda bahwa Rusia mulai ragu dengan digital rubel? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, dunia sedang memperhatikan bagaimana Rusia menangani proyek CBDC-nya, yang bisa menjadi model bagi negara-negara lain yang ingin menerapkan mata uang digital bank sentral.

Nanovest News v3.23.2