MiCA Bikin Bingung? ESMA Pastikan Stablecoin Non-MiCA Masih Bisa Ditransfer
ESMA menyatakan stablecoin non-MiCA masih bisa disimpan dan ditransfer, meski Binance akan menghapusnya dari perdagangan. Ketidakjelasan regulasi MiCA memicu kebingungan di industri kripto Eropa.

Kiki • Mar 5, 2025

Regulator keuangan utama Eropa, European Securities and Markets Authority (ESMA), menegaskan bahwa layanan kustodi dan transfer stablecoin yang tidak sesuai dengan regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) tidak dilarang. Namun, kebijakan ini masih menyisakan kebingungan di kalangan industri kripto, terutama setelah Binance mengumumkan akan menghapus beberapa stablecoin non-MiCA dari platformnya untuk pengguna di Wilayah Ekonomi Eropa (EEA).
Langkah Binance ini mengikuti tenggat waktu MiCA yang semakin dekat, di mana bursa kripto dan penyedia layanan aset digital di Eropa harus menyesuaikan operasional mereka sesuai regulasi baru. Namun, ESMA justru memberikan pernyataan yang menambah kompleksitas aturan ini.
Bisa Disimpan dan Ditransfer, Tapi Tak Bisa Diperjualbelikan
Dalam pernyataan terbaru yang diberikan kepada Cointelegraph pada 4 Maret, perwakilan ESMA menjelaskan bahwa layanan kustodi dan transfer stablecoin non-MiCA tidak dianggap sebagai “penawaran kepada publik” atau “pengajuan untuk diperdagangkan” dalam kerangka hukum yang baru.
“Di bawah MiCA, layanan kustodi dan transfer tidak secara otomatis dikategorikan sebagai 'penawaran kepada publik' atau 'pengajuan untuk diperdagangkan' terkait aset referensi atau token uang elektronik yang tidak sesuai regulasi,” ujar perwakilan ESMA.
Dengan kata lain, pengguna di Eropa tetap bisa menyimpan dan mentransfer stablecoin non-MiCA seperti USDT. Namun, bursa dan penyedia layanan aset kripto didorong untuk membatasi layanan yang memungkinkan pembelian stablecoin non-MiCA. Ini sesuai dengan panduan ESMA yang dikeluarkan pada 17 Januari 2025.
Binance Hapus Stablecoin Non-MiCA, Tapi Masih Mendukung Penarikan
Sebagai respons terhadap aturan MiCA, Binance mengumumkan akan menghapus sembilan stablecoin non-MiCA, termasuk USDT, untuk pengguna di EEA mulai 31 Maret 2025.
Namun, Binance tetap memungkinkan pengguna untuk menyetor dan menarik stablecoin non-MiCA meski sudah dihapus dari daftar perdagangan. Langkah ini sejalan dengan ketentuan ESMA yang menyatakan bahwa bursa kripto masih bisa memfasilitasi penarikan dana untuk membantu pengguna keluar dari posisi mereka sebelum aturan sepenuhnya diterapkan.
Namun, kebijakan ini tidak menghilangkan kebingungan di industri. ESMA sendiri sebelumnya telah menegaskan bahwa penyedia layanan kripto di Eropa harus memprioritaskan penghentian layanan yang memfasilitasi pembelian stablecoin non-MiCA.
Juan Ignacio Ibañez, anggota Komite Teknis MiCA Crypto Alliance, menyoroti bahwa keputusan untuk menghapus USDT dari platform perdagangan telah menjadi perdebatan panjang. Ketidakjelasan aturan ini membuat banyak penyedia layanan kripto kebingungan dalam menyesuaikan operasional mereka.
MiCA Masih Menyisakan Banyak Pertanyaan
MiCA digadang-gadang sebagai kerangka regulasi paling komprehensif di dunia untuk industri kripto, tetapi penerapannya masih memunculkan banyak area abu-abu. Selain stablecoin, aturan ini juga belum mencakup beberapa sektor penting seperti tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dan staking kripto.
Beberapa analis menilai bahwa kurangnya kejelasan ini bisa menghambat inovasi di industri kripto Eropa, sementara regulator justru berusaha menegakkan aturan yang lebih ketat.
Dalam pernyataan terbaru, ESMA mengatakan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan pasar dan memastikan transisi yang teratur menuju rezim MiCA. Namun, sampai regulasi ini benar-benar diterapkan sepenuhnya, kebingungan di kalangan industri tampaknya masih akan terus berlanjut.
Masa Depan Stablecoin di Eropa Masih Tidak Pasti
Dengan tenggat waktu MiCA yang semakin dekat, pengguna dan penyedia layanan kripto di Eropa harus menghadapi tantangan baru. Stablecoin non-MiCA seperti USDT masih bisa disimpan dan ditransfer, tetapi tidak bisa dibeli atau diperdagangkan di bursa utama seperti Binance.
Ketidakjelasan regulasi ini membuat banyak pihak di industri bertanya-tanya: Apakah MiCA akan menjadi solusi yang membawa kejelasan, atau justru menciptakan lebih banyak kebingungan?
Yang jelas, masa depan stablecoin di Eropa masih belum sepenuhnya pasti. Satu hal yang pasti, regulasi ini akan membawa dampak besar bagi ekosistem kripto di kawasan tersebut, baik bagi investor ritel maupun institusi.
Apa pendapatmu tentang aturan MiCA ini? Apakah akan menguntungkan atau malah merugikan ekosistem kripto di Eropa?