OCC Resmi Izinkan Bank AS Menyimpan Aset Kripto, Era Baru Perbankan Dimulai!
OCC memberi lampu hijau bagi bank AS untuk menangani aset kripto tanpa izin regulasi sebelumnya. Keputusan ini membuka jalan bagi integrasi blockchain dalam sistem keuangan tradisional.

Kiki • Mar 10, 2025

Dalam langkah yang menandai perubahan signifikan dalam lanskap perbankan dan aset digital, Office of the Comptroller of the Currency (OCC) Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan bahwa bank-bank nasional kini diizinkan untuk terlibat dalam aktivitas terkait kripto tanpa memerlukan persetujuan regulasi sebelumnya.
Kebijakan ini mencakup layanan kustodian aset kripto, operasi stablecoin tertentu, dan partisipasi dalam jaringan buku besar terdistribusi, memungkinkan bank untuk menjadi validator pada jaringan Proof-of-Stake publik.
Perubahan Kebijakan Dari Pembatasan Menuju Inovasi
Sebelumnya, di bawah pemerintahan Presiden Biden, bank diwajibkan untuk memberitahukan supervisor mereka tentang rencana aktivitas kripto, menunjukkan strategi manajemen risiko mereka, dan memastikan tidak ada keberatan dari badan pengawas.
Namun, dengan pengumuman terbaru ini, OCC mencabut persyaratan tersebut, memberikan kebebasan lebih besar bagi bank untuk mengeksplorasi dan mengadopsi teknologi blockchain tanpa hambatan regulasi yang rumit.
Respon Pelaku Industri Optimisme dan Kehati-hatian
Pengumuman ini disambut baik oleh banyak pelaku industri. Nic Carter, mitra di Castle Island Ventures dan co-founder Coinmetrics.io, menyebutnya sebagai "berita terbesar hari ini". Sementara itu, Alexander Grieve, Wakil Presiden Urusan Pemerintahan di Paradigm, memposting "Selamat tinggal, Operation Chokepoint 2.0", merujuk pada kebijakan sebelumnya yang membatasi keterlibatan bank dengan sektor kripto.
Namun, tidak semua pihak melihat perubahan ini tanpa kekhawatiran. Caitlin Long, pendiri Custodia Bank dan anggota Wyoming Blockchain Task Force, memperingatkan bahwa Operation Chokepoint 2.0 belum sepenuhnya berakhir sampai Federal Reserve dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) juga mencabut panduan anti-kripto mereka yang merugikan, dan Custodia Bank mendapatkan akun master Fed-nya.
Dampak Terhadap Industri Kripto dan Perbankan
Dengan diizinkannya bank untuk menyediakan layanan kustodian kripto, operasi stablecoin, dan partisipasi dalam jaringan buku besar terdistribusi, adopsi teknologi blockchain dalam sistem keuangan tradisional diperkirakan akan meningkat.
Langkah ini tidak hanya memperluas layanan yang dapat ditawarkan oleh bank, tetapi juga meningkatkan legitimasi dan kepercayaan terhadap aset digital di mata publik.
Selain itu, keputusan OCC ini membuka peluang baru bagi bank-bank besar seperti JPMorgan, Goldman Sachs, dan BNY Mellon untuk menawarkan layanan kustodian kripto, termasuk penyimpanan ETF Bitcoin.
Hal ini berpotensi menciptakan persaingan langsung dengan platform kripto seperti Coinbase, yang selama ini mendominasi layanan tersebut.
Masa Depan Kripto dalam Sistem Keuangan
Dengan regulasi yang lebih terbuka, blockchain dan stablecoin semakin mendapat tempat dalam sistem keuangan tradisional. Langkah ini tidak hanya mempercepat inovasi di sektor keuangan, tetapi juga memperkuat legitimasi aset digital dalam dunia perbankan.
Ke depan, perkembangan ini berpotensi mengubah lanskap keuangan global dengan lebih banyak integrasi antara teknologi blockchain dan sistem perbankan konvensional.
Secara keseluruhan, keputusan OCC ini menandai langkah maju yang signifikan dalam integrasi aset digital ke dalam sistem perbankan tradisional, membuka jalan bagi inovasi dan adopsi yang lebih luas di masa mendatang.