Pajak Trump Era Akan Berakhir di 2026, Apa Dampaknya bagi Ekonomi AS?
Undang-Undang Pemotongan Pajak 2017 (TCJA) akan kedaluwarsa pada 2026. Apa dampaknya bagi individu, bisnis, dan ekonomi AS? Simak analisis lengkapnya di sini.

Kiki • Mar 3, 2025

Amerika Serikat sedang mendekati tenggat waktu penting dalam kebijakan perpajakan nasionalnya. Undang-Undang Pemotongan Pajak dan Pekerjaan (Tax Cuts and Jobs Act/TCJA) 2017 salah satu kebijakan ekonomi terbesar di era Presiden Donald Trump akan kedaluwarsa pada 1 Januari 2026. Jika tidak diperpanjang, berbagai insentif pajak yang telah menopang ekonomi selama hampir satu dekade akan lenyap, berpotensi mengguncang pasar dan rumah tangga Amerika.
Apa Saja yang Akan Berakhir?
Ketika TCJA disahkan, tujuannya adalah untuk meringankan beban pajak individu dan bisnis, merangsang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, sebagian besar ketentuannya hanya bersifat sementara dan akan habis masa berlakunya dalam waktu kurang dari dua tahun.
Beberapa perubahan yang akan terjadi meliputi:
1. Penyesuaian tarif pajak individu, termasuk kenaikan kembali tarif pajak dan penyempitan batasan bracket pajak.
2. Kenaikan standar pengurangan pajak (standard deduction) yang selama ini menguntungkan banyak wajib pajak.
3. Penghapusan peningkatan kredit pajak anak senilai $2.000, yang selama ini membantu banyak keluarga kelas menengah.
4. Pembatasan kembali pada pemotongan pajak untuk pajak negara bagian dan lokal (SALT), serta bunga hipotek rumah.
5. Hilangnya potongan pajak untuk bisnis kecil dan pemilik usaha perseorangan di bawah Pasal 199A.
6. Pemangkasan keringanan pajak bagi perusahaan, termasuk depresiasi bonus 100% yang telah mulai dihapus secara bertahap sejak 2022.
Selain itu, pajak warisan dan hadiah yang saat ini memiliki batasan lebih tinggi akan kembali ke tingkat sebelum TCJA, yang berarti lebih banyak orang kaya yang akan terkena pajak lebih besar saat mewariskan kekayaan mereka.
Bagaimana Dampaknya pada Ekonomi?
Menurut analisis dari Tax Foundation, jika kebijakan pajak ini diperpanjang secara permanen, ekonomi AS bisa mengalami peningkatan output jangka panjang sebesar 1,1%, dengan kenaikan upah sebesar 0,5% dan tambahan 847.000 pekerjaan penuh waktu.
Namun, ada konsekuensi besar: pemotongan pajak ini akan mengurangi pendapatan pemerintah sebesar $4,5 triliun selama periode anggaran 2025-2034. Defisit yang lebih besar berarti pemerintah harus membayar bunga lebih tinggi atas utang nasional, yang pada akhirnya dapat menekan pendapatan nasional (GNP) hingga 1,0%.
Dari perspektif distribusi, perpanjangan TCJA akan menguntungkan semua kelompok pendapatan, tetapi dengan skala yang berbeda. Kelompok 20% teratas akan mengalami kenaikan 3,3% dalam pendapatan pasca pajak, sementara kelompok 20% terbawah hanya memperoleh kenaikan 2,8%. Ini menegaskan bahwa meskipun TCJA membantu banyak orang, manfaatnya masih lebih besar bagi kelompok berpenghasilan tinggi.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Saat ini, perdebatan politik mengenai perpanjangan TCJA sedang berlangsung. Partai Republik umumnya mendukung perpanjangan, dengan alasan bahwa pajak yang lebih rendah akan terus mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, Partai Demokrat cenderung menentangnya, mengingat potensi peningkatan defisit dan kesenjangan pajak yang semakin lebar.
Jika Kongres tidak bertindak sebelum akhir 2025, banyak rumah tangga Amerika akan merasakan kenaikan pajak yang cukup signifikan, dan bisnis mungkin harus menghadapi lingkungan pajak yang lebih ketat. Dengan pemilu 2024 di depan mata, nasib TCJA kemungkinan besar akan menjadi isu utama dalam perdebatan politik dan ekonomi AS dalam waktu dekat.
Pajak selalu menjadi alat kebijakan ekonomi yang krusial, dan berakhirnya TCJA bisa membawa dampak luas bagi individu, bisnis, serta perekonomian AS secara keseluruhan. Apakah kebijakan ini akan diperpanjang atau tidak, satu hal yang pasti: keputusan ini akan memengaruhi kantong jutaan warga Amerika dan arah ekonomi AS di masa depan.
Apakah pemotongan pajak ini sebaiknya diperpanjang atau dibiarkan berakhir?