Starknet Siap Jadi Jembatan Bitcoin dan Ethereum, Revolusi DeFi di Depan Mata?
Starknet siap menjadi execution layer Bitcoin, mempercepat transaksi & membuka pintu DeFi! Vitalik Buterin dukung solusi ini. Apakah ini revolusi baru bagi Bitcoin?

Kiki • Mar 12, 2025

Industri blockchain bersiap menghadapi babak baru. Starknet, solusi layer-2 Ethereum yang dikenal karena efisiensinya dalam skalabilitas, kini merancang rencana besar: mengintegrasikan Bitcoin dan Ethereum dalam satu ekosistem yang lebih terhubung.
Jika berhasil, langkah ini bisa mengubah cara Bitcoin digunakan, dari sekadar penyimpan nilai menjadi platform yang mendukung berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Bitcoin Dari "Emas Digital" ke Infrastruktur Keuangan
Selama ini, Bitcoin memang dianggap sebagai "emas digital" lebih banyak diam di dompet atau bursa daripada benar-benar digunakan dalam ekosistem yang lebih luas. Kendala utama? Skalabilitas rendah dan kurangnya dukungan native untuk aplikasi kompleks seperti smart contract.
Namun, Starknet ingin mengubah paradigma ini. Dalam roadmap Bitcoin yang dirilis pada 11 Maret 2025, Starknet mengumumkan ambisinya untuk menjadi execution layer Bitcoin, mempercepat transaksi dari 13 transaksi per detik menjadi ribuan, sekaligus mengurangi biaya gas dan memperbaiki pengalaman pengguna.
Lebih dari itu, Starknet berencana menggunakan opcode OP_CAT, fitur lawas Bitcoin yang dulu dinonaktifkan karena masalah keamanan, untuk memungkinkan transaksi trustless antara Bitcoin dan Ethereum.
Jika strategi ini berhasil, Bitcoin tidak hanya akan lebih efisien tetapi juga mampu mendukung berbagai inovasi DeFi seperti staking, pinjaman, perdagangan leverage, dan yield farming.
Dukungan Vitalik Buterin Bitcoin Harus Berkembang
Ethereum co-founder, Vitalik Buterin, menyambut baik inisiatif ini. Dalam diskusi di X Space, Buterin menegaskan bahwa solusi layer-2 yang aman bagi Bitcoin akan membawa dampak besar bagi pembayaran crypto.
"Jika Anda kembali ke whitepaper awal, Bitcoin memang dirancang sebagai sistem pembayaran peer-to-peer. Namun, layer-1 saat ini tidak cukup scalable untuk itu," ungkap Buterin. Ia juga menyinggung keterbatasan Lightning Network, solusi layer-2 Bitcoin saat ini yang masih menghadapi tantangan dalam adopsi dan efisiensi.
Bagi Buterin, solusi yang menghubungkan Bitcoin dan Ethereum secara trustless akan memudahkan pertukaran aset dan membuka jalan bagi aplikasi keuangan baru yang lebih luas.
Xverse Wallet dan Momen "DeFi Take-Off" Bitcoin
Langkah Starknet ini juga didukung oleh Xverse, dompet Web3 yang berfokus pada Bitcoin. CEO Xverse, Ken Liao, bahkan menyebut kolaborasi ini sebagai awal dari "DeFi take-off moment" Bitcoin titik di mana ekosistem Bitcoin benar-benar mulai digunakan untuk lebih dari sekadar transaksi sederhana.
Menurut Liao, dompet crypto seharusnya tidak hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi juga gerbang menuju ekosistem keuangan yang lebih luas. “Bitcoin memiliki masa depan lebih dari sekadar penyimpan nilai.
Oleh karena itu, solusi layer-2 harus bisa diakses langsung oleh pengguna melalui dompet mereka,” tegasnya.
Sebagai bagian dari ekspansi ini, StarkWare perusahaan di balik Starknet—juga mulai mengakumulasi cadangan Bitcoin, menunjukkan komitmennya terhadap masa depan integrasi Bitcoin dan Ethereum.
Apa Dampaknya bagi Dunia Kripto?
Jika semua berjalan sesuai rencana, ekosistem blockchain akan mengalami transformasi besar:
Biaya dan Kecepatan Bitcoin Lebih Kompetitif** – Bitcoin bisa diproses ribuan kali lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah.
DeFi di Bitcoin Jadi Kenyataan** – Smart contract berbasis Bitcoin dapat menghadirkan layanan seperti pinjaman, staking, dan perdagangan tanpa perantara.
Ekosistem Multi-Rantai yang Lebih Kuat** – Perpindahan aset antara Bitcoin dan Ethereum bisa lebih mudah tanpa bergantung pada solusi centralized seperti wrapped tokens.
Masa Depan Bitcoin Baru Dimulai?
Selama bertahun-tahun, Bitcoin telah berjuang untuk menemukan identitasnya di luar sebagai “emas digital.” Dengan inovasi Starknet, ada kemungkinan bahwa Bitcoin akhirnya bisa menjadi platform yang jauh lebih dinamis.
Namun, tantangan tetap ada. Regulasi, keamanan, dan adopsi pengguna akan menjadi faktor penentu apakah visi Starknet ini bisa benar-benar terealisasi atau hanya sekadar wacana ambisius.
Yang jelas, jika Bitcoin dan Ethereum benar-benar bersatu dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi, kita mungkin akan menyaksikan era baru dalam dunia crypto.
Apakah Bitcoin siap berubah dari sekadar penyimpan nilai menjadi mesin keuangan global?