THORChain Digunakan Hacker? $1 Miliar Dana Bybit Masih Bisa Dilacak

Bybit kehilangan $1,4 miliar akibat peretasan besar. Hacker menggunakan THORChain untuk mencuci dana, tapi CEO Bybit memastikan $1 miliar masih bisa dibekukan sebelum diuangkan.

article author image

KikiMar 5, 2025

article cover image

Keamanan dunia kripto kembali diuji dengan peretasan besar-besaran yang menimpa Bybit, salah satu bursa aset digital terbesar di dunia. CEO Bybit, Ben Zhou, mengungkapkan bahwa dari $1,4 miliar aset kripto yang dicuri, sekitar $1,07 miliar (77%) masih bisa dilacak.

Meski para peretas berusaha mencuci dana dengan THORChain, platform pertukaran aset lintas rantai yang terdesentralisasi, Zhou yakin aset yang masih terlacak bisa dibekukan sebelum mereka berhasil menguangkannya.

Namun, peretasan ini bukan hanya tentang uang yang hilang—ini juga memperlihatkan bagaimana ekosistem kripto yang sepenuhnya terdesentralisasi bisa menjadi pisau bermata dua: di satu sisi, memberikan kebebasan transaksi, tetapi di sisi lain membuka celah bagi kejahatan finansial berskala besar.

Sebagian Dana Sudah Dicuci, Sebagian Berhasil Diblokir

Dalam pembaruan pada 4 Maret 2025, Zhou menjelaskan bahwa peretas telah berhasil mencuci sekitar $280 juta (20%) dari total 499.000 ETH yang dicuri.

Namun, upaya investigasi juga membuahkan hasil: $42 juta telah dibekukan, berkat bantuan 11 pemburu hadiah independen yang diberi hadiah total $2,1 juta atas jasanya. Beberapa entitas yang berperan penting dalam pelacakan ini termasuk Mantle, Paraswap, dan blockchain investigator terkenal, ZachXBT.

THORChain "Jalan Tol" bagi Peretas?

Salah satu aspek paling menarik dari kasus ini adalah peran THORChain dalam pencucian dana. Para peretas diketahui mengkonversi sebagian besar ETH yang dicuri menjadi Bitcoin (BTC) melalui THORChain.

Sebanyak 417.348 ETH (83% dari dana curian) senilai sekitar $1 miliar telah diubah menjadi BTC dan disebar ke 6.954 dompet berbeda, dengan saldo rata-rata 1,71 BTC per dompet.

Konsekuensinya, volume transaksi di THORChain melonjak drastis menjadi lebih dari $5,8 miliar dalam dua minggu setelah peretasan Bybit. Platform ini bahkan meraup $5,5 juta dalam bentuk biaya transaksi dari aktivitas tersebut.

Sejumlah pakar keamanan blockchain, termasuk Taylor Monahan, mengkritik THORChain karena dianggap memfasilitasi pencucian uang dengan dalih desentralisasi.

“[THORChain] beroperasi dalam ekosistemnya sendiri yang didominasi oleh kriminal dan insider yang tahu cara mengambil keuntungan dari aliran dana ilegal, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Monahan.

Namun, Zhou tetap optimistis bahwa dana yang dicuci melalui THORChain masih dapat dilacak dan berjanji akan berusaha membekukannya sebelum peretas mencoba menguangkannya di bursa terpusat, meja perdagangan over-the-counter (OTC), atau jaringan peer-to-peer (P2P).

OKX dan ExCH Juga Terlibat?

Selain THORChain, Zhou juga mengungkap bahwa dana hasil peretasan mengalir ke beberapa platform lain, termasuk OKX Web3 Proxy dan ExCH.

OKX Web3 Proxy

Sekitar 40.233 ETH ($100 juta) telah melewati OKX Web3 Proxy, dengan 16.680 ETH masih dapat dilacak, sementara 23.553 ETH ($65 juta) membutuhkan informasi tambahan dari OKX untuk dapat diusut lebih lanjut.

ExCH

Sebanyak 79.655 ETH (16% dari total dana curian) telah ditransfer melalui ExCH, platform yang sebelumnya membantah keterlibatan dalam pencucian uang dari peretasan Bybit.

Dalam pernyataan pada 23 Februari, ExCH mengklaim bahwa hanya sebagian kecil dana dari peretasan Bybit yang masuk ke alamat mereka dan berjanji bahwa semua biaya transaksi yang diterima dari aktivitas ini akan disumbangkan untuk kepentingan publik.

Regulasi dan Keamanan Blockchain Kembali Dipertanyakan

Kasus ini menambah daftar panjang peretasan besar di industri kripto dan menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan serta regulasi platform blockchain terdesentralisasi.

Meski transparansi blockchain memungkinkan dana untuk dilacak, mekanisme pencucian uang melalui protokol DeFi seperti THORChain membuat proses penegakan hukum menjadi lebih sulit.

Industri kripto kini berada di persimpangan jalan: apakah ekosistem ini akan tetap memegang teguh desentralisasi, atau akankah regulasi ketat mulai masuk untuk menghentikan penyalahgunaan seperti ini?

Aset Dicuri, Tapi Masih Ada Harapan

Dengan $1,07 miliar dana masih bisa dilacak, Bybit dan tim investigasi berusaha untuk membekukan aset curian sebelum peretas berhasil menguangkannya.

Namun, dengan semakin berkembangnya teknik pencucian uang di blockchain, apakah ini saatnya bagi regulator untuk bertindak lebih tegas terhadap protokol DeFi seperti THORChain?

Yang jelas, kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh industri: keamanan siber di dunia kripto harus terus berkembang seiring dengan inovasi teknologi blockchain.

Apakah regulasi lebih ketat bisa menjadi solusi, atau justru menghambat inovasi kripto?

Nanovest News v3.23.2