Trump Dorong Stablecoin, Eropa Panik? Risiko bagi Kedaulatan Moneter UE

Kebijakan pro-kripto Donald Trump memicu kekhawatiran di Eropa. ECB percepat pengembangan euro digital untuk melawan dominasi stablecoin berbasis dolar.

article author image

KikiMar 11, 2025

article cover image

Kebijakan pro-kripto yang semakin agresif dari pemerintahan Donald Trump memicu kekhawatiran di Eropa. Direktur European Stability Mechanism (ESM), Pierre Gramegna, memperingatkan bahwa dorongan besar AS terhadap stablecoin berbasis dolar bisa mengancam kedaulatan moneter dan stabilitas keuangan Uni Eropa.

Langkah ini semakin menegaskan perbedaan pendekatan antara AS dan Uni Eropa dalam menyikapi aset digital. Sementara Trump ingin memperkuat dominasi dolar melalui stablecoin, Uni Eropa justru mempercepat proyek euro digital sebagai respons atas potensi ancaman tersebut.

Trump dan Dominasi Stablecoin Berbasis Dolar

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump mengambil langkah drastis untuk memperkuat posisi stablecoin berbasis dolar. Pada 23 Januari 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif pertama yang melarang lembaga federal AS untuk mengembangkan mata uang digital bank sentral (CBDC), sekaligus memberikan dorongan besar pada adopsi stablecoin dolar secara global.

Pekan lalu, Trump kembali menegaskan komitmennya terhadap kripto dengan menandatangani perintah eksekutif kedua yang membentuk Strategic Bitcoin Reserve dan Digital Asset Stockpile.

Langkah ini memungkinkan Departemen Keuangan AS untuk menyimpan dan mengelola Bitcoin hasil penyitaan hukum, sekaligus memperkuat cadangan aset digital AS dalam jangka panjang.

Apa dampaknya?

  • Stablecoin berbasis dolar semakin dominan**, dengan kapitalisasi pasar yang sudah mencapai $224 miliar dan volume transaksi lebih dari $4 triliun dalam 30 hari terakhir (sumber: Artemis).

  • Perusahaan teknologi global, baik dari AS maupun luar negeri, mungkin akan lebih tertarik mengembangkan sistem pembayaran berbasis stablecoin dolar.

  • Dolar digitalisasi bisa mengikis kedaulatan moneter Uni Eropa**, mengingat banyak transaksi keuangan dapat berpindah dari euro ke stablecoin dolar.

Uni Eropa Percepat Digital Euro sebagai Tandingan

Menanggapi situasi ini, ESM dan Bank Sentral Eropa (ECB) mempercepat pengembangan euro digital sebagai langkah antisipasi. Pada 24 Januari 2025, anggota dewan ECB, Piero Cipollone, menegaskan bahwa Eropa harus segera mengakselerasi proyek euro digital untuk menjaga kontrol atas sistem keuangan mereka sendiri.

Menurut Gramegna, jika stablecoin berbasis dolar semakin mendominasi transaksi global, maka:

  • Kebijakan moneter ECB bisa kehilangan efektivitas** karena banyak transaksi beralih ke sistem berbasis dolar.

  • Stabilitas keuangan Eropa terancam**, terutama jika terjadi volatilitas besar di pasar stablecoin.

  • Regulasi keuangan UE mungkin harus lebih ketat**, terutama terhadap stablecoin dan aset digital asing.

Pemerintah Uni Eropa tampaknya tidak ingin mata uang mereka terpinggirkan dalam ekonomi digital yang berkembang pesat. Keputusan terkait euro digital dalam beberapa bulan ke depan bisa menjadi momen krusial bagi masa depan sistem keuangan UE.

Trump vs. ECB Arah Masa Depan Keuangan Global?

Konflik kebijakan ini mencerminkan perbedaan ideologi yang tajam antara AS dan Eropa dalam mengatur aset digital. Trump dengan pendekatan pro-kripto dan pro-dolar berusaha memperkuat dominasi keuangan AS, sementara Eropa memilih jalur kontrol ketat dan CBDC yang terpusat.

Presiden ECB, Christine Lagarde, bahkan secara terang-terangan menolak Bitcoin sebagai aset cadangan, menyebutnya sebagai aset yang tidak cukup likuid, tidak aman, dan rentan terhadap pencucian uang.

Dengan AS semakin memperluas pengaruh dolar dalam ekonomi digital, akankah euro mampu bertahan dan bersaing? Ataukah ini akan menjadi titik balik yang mempercepat adopsi stablecoin berbasis dolar di seluruh dunia?

Apakah kebijakan Trump ini menjadi ancaman bagi Uni Eropa atau justru peluang bagi keuangan digital global?

Nanovest News v3.23.2