Bitcoin Bisa Sideways 4 Bulan? Analis Prediksi Pergerakan Besar Baru di Juni
Bitcoin berpotensi stagnan hingga Juni sebelum breakout. Apa yang harus diperhatikan investor? Simak analisis terbaru dari CryptoQuant.

Kiki • Mar 4, 2025

Bitcoin (BTC) saat ini menghadapi tekanan jual yang mulai mereda, tetapi pergerakan harga selanjutnya masih penuh ketidakpastian. Julio Moreno, Kepala Riset CryptoQuant, menyatakan bahwa BTC kemungkinan akan tetap berada dalam pola konsolidasi hingga empat bulan ke depan, sebelum akhirnya mengalami pergerakan besar.
Jika pola ini berulang seperti yang terjadi pada Juni-Oktober 2023, Bitcoin mungkin tidak akan mengalami lonjakan harga signifikan hingga Juni. Apakah ini berarti investor harus bersiap menghadapi fase sideways yang panjang, atau justru ada peluang tersembunyi dalam kondisi ini?
Bitcoin Stagnan, Tapi Ada Sinyal Bottom?
Menurut Moreno, para trader saat ini mencatat kerugian tak terealisasi sekitar 12%, sebuah level yang sering kali menandai titik bawah harga Bitcoin. Data ini diperkuat oleh realisasi kerugian BTC sebesar $1,7 miliar pada 26 Februari, yang menjadi angka tertinggi sejak Agustus 2024.
Pada saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $82.900, turun sekitar 0,9% dalam 24 jam terakhir.
Namun, Moreno menambahkan bahwa meskipun angka ini menunjukkan potensi titik terendah sementara (local bottom), masih ada kemungkinan Bitcoin akan mengalami tekanan lebih lanjut sebelum pulih.
Awas! MVRV Masih di Zona Koreksi
Indikator Market Value to Realized Value (MVRV), yang sering digunakan untuk mengukur apakah Bitcoin overvalued atau undervalued, masih berada di bawah rata-rata pergerakan 365 hari. Ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih dalam fase koreksi dan butuh waktu lebih lama untuk kembali ke tren bullish.
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, juga menambahkan bahwa pasar sedang berada di titik krusial. Menurutnya, dalam satu bulan ke depan, kita akan melihat apakah Bitcoin akan kembali turun atau justru mengalami pemulihan.
“Berdasarkan siklus dua tahunan, bull market seharusnya berlangsung hingga April 2025. Saya sudah menyebutkan ini sejak Mei 2024. Satu hingga dua bulan ke depan akan menjadi titik balik penting bagi Bitcoin,” ujar Ju.
Namun, Ju tetap optimis bahwa Bitcoin tidak akan turun di bawah $77.000. Ia melihat skenario terburuk hanya berupa konsolidasi harga di sekitar level tersebut sebelum akhirnya kembali naik.
Investor Harus Siap, Apa yang Harus Dilakukan?
Jika prediksi CryptoQuant benar, maka para investor harus bersiap untuk fase sideways yang cukup panjang hingga pertengahan 2025. Namun, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan:
Dollar-Cost Averaging (DCA)** – Mengakumulasi Bitcoin secara bertahap bisa menjadi strategi yang lebih aman dalam kondisi pasar yang stagnan.
Analisis On-Chain** – Memantau data seperti MVRV, volume transaksi, dan arus masuk ke bursa bisa membantu menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ke pasar.
Waspada Terhadap Indikator Makroekonomi** – Pergerakan suku bunga The Fed dan kebijakan moneter global masih bisa berdampak besar terhadap pasar kripto.
Bitcoin Akan ke Mana?
Pasar Bitcoin saat ini sedang memasuki fase yang sangat menentukan. Jika tekanan jual terus berkurang dan permintaan meningkat, maka BTC bisa mulai pulih lebih cepat dari perkiraan. Namun, jika likuiditas masih rendah dan indikator makro tidak mendukung, maka investor harus bersiap menghadapi empat bulan sideways sebelum pergerakan breakout berikutnya.
Bagi para trader dan investor, kesabaran adalah kunci. Apakah kita akan melihat lonjakan besar di pertengahan tahun ini? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.