Bitcoin Butuh Katalis Baru untuk Kembali Menguat

Bitcoin butuh katalis baru untuk naik di tengah ketidakpastian pasar. Faktor seperti pemangkasan suku bunga atau akumulasi oleh negara bisa menjadi pendorong pemulihan harga.

article author image

MuhammadMar 12, 2025

article cover image

Geoffrey Kendrick, kepala penelitian aset digital di Standard Chartered, berpendapat bahwa pergerakan harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini menunjukkan bahwa aset kripto ini mungkin memerlukan akumulasi oleh negara atau kejelasan geopolitik yang lebih baik untuk bisa naik lebih tinggi di tengah sentimen pasar yang cenderung menghindari risiko.

Dalam catatan riset yang dibagikan ke CryptoSlate pada 11 Maret, Kendrick menyoroti bahwa penurunan harga Bitcoin minggu ini telah membawa level perdagangan mendekati kisaran yang tercatat pada 6 November 2024, sehari setelah pemilihan presiden AS.

BTC sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan di $76.500 pada 10 Maret sebelum mencoba pulih di atas $80.000, sementara volatilitas tersirat 30 harinya bertahan di sekitar 55%.

Bitcoin Bergerak Sejalan dengan Saham Teknologi

Kendrick mencatat bahwa Bitcoin telah bergerak sejalan dengan saham-saham teknologi utama AS, yang juga mengalami tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran makroekonomi.

Ia membandingkan kinerja Bitcoin dengan saham “Magnificent 7,” yaitu Apple, Microsoft, Nvidia, Alphabet, Meta, Tesla, dan Amazon, yang juga mengalami aksi jual di tengah ketidakpastian pasar.

Sejak pemerintahan AS saat ini mulai berjalan, Bitcoin cenderung mengikuti pergerakan saham-saham ini dengan penyesuaian volatilitas, memperkuat argumen bahwa sentimen aset berisiko secara keseluruhan menjadi faktor utama dalam pergerakan harga.

Menurut Kendrick, saham Tesla, Meta, dan Apple adalah yang paling mendekati Bitcoin dalam hal performa yang telah disesuaikan dengan volatilitas. Data ini menunjukkan bahwa pergerakan harga Bitcoin lebih mencerminkan sentimen penghindaran risiko secara luas daripada tantangan spesifik terhadap aset itu sendiri.

Faktor-Faktor yang Dapat Mendorong Pemulihan Bitcoin

Ia juga mencatat bahwa dalam jangka pendek, Bitcoin masih menghadapi risiko penurunan lebih lanjut akibat ketidakpastian makro dan membutuhkan katalis besar untuk kembali melanjutkan tren naiknya.

Ia menulis:

"Pertanyaannya sekarang adalah, mana yang akan terjadi lebih dulu: pemulihan aset berisiko atau berita positif spesifik untuk Bitcoin, seperti pembelian oleh pemerintah AS atau negara lain?"

Prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tetap menjadi faktor kunci. Jika pergeseran kebijakan terjadi lebih cepat dari yang diantisipasi, misalnya dalam pertemuan The Fed pada Mei, hal ini bisa menstabilkan pasar aset berisiko.

Saat ini, ekspektasi pasar untuk pemangkasan suku bunga pada Mei telah meningkat dari 50% menjadi 75%, yang berarti ada peluang lebih besar bagi kebijakan ini untuk berubah dan berpotensi menguntungkan Bitcoin.

Dalam waktu dekat, Kendrick mengatakan bahwa Bitcoin bisa saja turun di bawah kisaran harga 6 November, menunjukkan potensi pelemahan lebih lanjut. Namun, ia tetap optimis dalam jangka panjang, mempertahankan target harga $200.000 pada 2025 dan $250.000 pada 2026.

Menurutnya, volatilitas terbaru justru memperkuat alasan bagi The Fed untuk memangkas suku bunga di masa mendatang, yang bisa menjadi dorongan bagi Bitcoin.

Kendrick menyarankan investor untuk tetap fleksibel dan menegaskan kembali pandangannya bahwa meskipun ada gejolak dalam jangka pendek, tren jangka panjang Bitcoin tetap positif.

Nanovest News v3.23.2