Texas Selangkah Lagi Punya Cadangan Bitcoin, Tren Baru dalam Keuangan Negara?
Senat Texas menyetujui RUU Bitcoin Reserve, memungkinkan negara bagian mengelola Bitcoin sebagai aset cadangan. Apakah ini awal dari tren nasional?

Kiki • Mar 4, 2025

Texas semakin dekat untuk menjadi salah satu negara bagian pertama di AS yang memiliki cadangan Bitcoin setelah Komite Perbankan Senat Texas dengan suara bulat menyetujui Senate Bill 21 (SB-21). Rancangan undang-undang (RUU) ini memungkinkan Texas mengelola dan menyimpan Bitcoin serta aset kripto lainnya sebagai bagian dari cadangan keuangan negara. Jika disahkan oleh Senat penuh, Texas akan bergabung dengan semakin banyak negara bagian yang melihat aset digital sebagai benteng melawan inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Bitcoin: Senjata Baru Texas dalam Keamanan Finansial?
RUU ini awalnya hanya berfokus pada Bitcoin, tetapi mengalami revisi pada Februari 2024 untuk mencakup aset digital lainnya. Langkah ini sejalan dengan tren nasional, terutama setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada 23 Januari yang menginstruksikan komisi federal untuk mengevaluasi kemungkinan membentuk cadangan aset digital nasional.
Senator Charles Schwertner, pengusul utama RUU ini, percaya bahwa Bitcoin dapat melindungi keuangan Texas dari inflasi dan volatilitas ekonomi. Dalam naskah RUU disebutkan bahwa Bitcoin dan mata uang kripto lainnya dapat bertindak sebagai lindung nilai (hedge) terhadap ketidakpastian ekonomi.
Pierre Rochard, Wakil Presiden Riset di Riot Platforms, perusahaan pertambangan Bitcoin terkemuka, mendukung langkah ini. Dalam sidang publik pada 18 Februari, ia menekankan bahwa transparansi dan sifat Bitcoin yang bisa diaudit menjadikannya aset yang ideal untuk pengelolaan keuangan publik. Ia juga memperingatkan bahwa meskipun ekonomi Texas saat ini kuat, negara bagian ini harus bersiap menghadapi potensi krisis di masa depan.
Texas Tak Sendirian, Tren Bitcoin Reserve Mulai Merebak
Texas bukan satu-satunya negara bagian yang mempertimbangkan langkah ini. Hingga Februari 2024, lebih dari 20 negara bagian AS telah mengusulkan RUU serupa untuk menyisihkan sebagian dana publik ke dalam Bitcoin dan aset digital lainnya.
Beberapa negara bagian yang sudah bergerak maju dalam inisiatif ini:
Oklahoma** baru saja mengesahkan RUU serupa di Komite DPR dan sedang menunggu pemungutan suara di tingkat legislatif.
Arizona** telah menyetujui rancangan undang-undang yang memungkinkan hingga 10% dana publik (termasuk dana pensiun) diinvestasikan dalam mata uang kripto.
Utah** juga sedang mengembangkan undang-undang yang memungkinkan alokasi 5% dana publik ke dalam aset digital.
Namun, tidak semua negara bagian memiliki pandangan yang sama. Montana, North Dakota, dan Wyoming menolak usulan cadangan Bitcoin karena alasan volatilitas harga dan sifat spekulatif aset digital.
Bitcoin sebagai Aset Negara, Apakah Ini Masa Depan?
Penerimaan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan keuangan negara adalah langkah besar yang bisa mengubah cara negara bagian mengelola aset dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Dengan meningkatnya tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik, banyak pihak mulai melihat Bitcoin sebagai "emas digital" yang bisa melindungi nilai kekayaan negara dalam jangka panjang.
Jika RUU ini berhasil lolos dari pemungutan suara di Senat Texas, negara bagian tersebut bisa menjadi pelopor dalam integrasi aset digital ke dalam keuangan negara. Langkah ini tentu akan memicu perdebatan lebih luas di tingkat nasional dan mungkin, di masa depan, AS secara keseluruhan akan mulai membangun cadangan Bitcoin resmi.
Apakah Ini Pertanda Negara-Negara Lain Akan Mengikuti?
Texas dan beberapa negara bagian lainnya mungkin hanya awal dari tren yang lebih besar. Dengan meningkatnya penerimaan institusional terhadap Bitcoin dan tekanan inflasi yang terus menggerogoti nilai mata uang fiat, bukan tidak mungkin lebih banyak negara, baik di AS maupun global mulai mengadopsi kebijakan serupa.
Akankah ini menjadi awal era di mana Bitcoin bukan lagi sekadar aset spekulatif, tetapi sebagai bagian dari kebijakan moneter negara? Jawabannya mungkin akan terungkap dalam beberapa tahun ke depan.