Des 1, 2023

Dividend Discount Model

Apa itu Model Diskon Dividen (Dividend Discount Model)?

Model Diskon Dividen (Dividend Discount Model atau DDM) adalah salah satu metode penilaian saham yang digunakan untuk menentukan nilai intrinsik suatu saham berdasarkan proyeksi dividen masa depan. 

Model ini didasarkan pada asumsi bahwa nilai saham saat ini adalah nilai sekarang dari semua pembayaran dividen yang diharapkan akan diterima oleh pemegang saham di masa depan. Ada beberapa versi dari Model Diskon Dividen, tetapi dua yang paling umum adalah:

  • 1. Model Diskon Dividen Konstan (Gordon Growth Model): Model ini mengasumsikan bahwa dividen akan tumbuh pada tingkat konstan selama waktu yang tak terbatas. Formula umumnya adalah sebagai berikut:
  • D1/(rg)
    • D1 adalah dividen yang diharapkan pada tahun berikutnya.
    • r adalah tingkat diskonto yang mencerminkan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor.
    • g adalah tingkat pertumbuhan dividen.
  • 2. Model Diskon Dividen Tidak Konstan (Non-Constant Dividend Growth Model): Model ini digunakan ketika dividen diharapkan tumbuh dengan tingkat yang berubah-ubah selama periode tertentu, kemudian stabil menjadi tingkat pertumbuhan konstan. Dalam hal ini, perhitungan dividen dilakukan berdasarkan proyeksi dividen untuk periode pertumbuhan yang berubah-ubah dan kemudian menggunakan formula model diskon dividen konstan setelah periode tersebut.
  • PV(D1)+PV(D2)+…+PV(Dn)+PV(Dn+1)/(1+r)n
    • PV(D1) hingga PV(Dn) adalah nilai sekarang dari dividen yang diharapkan selama periode pertumbuhan yang berubah-ubah.
    • PV(Dn+1) adalah nilai sekarang dari dividen yang diharapkan setelah periode pertumbuhan yang berubah-ubah.
    • r adalah tingkat diskonto.

Model Diskon Dividen adalah alat yang berguna dalam menilai saham, tetapi perlu diingat bahwa model ini memiliki asumsi-asumsi penting, termasuk asumsi bahwa tingkat pertumbuhan dividen dan tingkat diskonto yang digunakan tetap konstan.

Oleh karena itu, hasil dari model diskon dividen sangat bergantung pada proyeksi yang digunakan dan kecocokannya dengan kenyataan. Investasi yang baik memerlukan analisis menyeluruh yang mencakup faktor-faktor lain selain model diskon dividen, seperti kondisi pasar, manajemen perusahaan, dan faktor-faktor ekonomi lainnya.

 

Memahami Model Diskon Dividen

Model Diskon Dividen adalah salah satu metode penilaian saham yang digunakan oleh investor dan analis keuangan untuk menentukan nilai intrinsik suatu saham berdasarkan proyeksi dividen masa depan.

Konsep inti dari model diskon dividen adalah bahwa nilai saham saat ini adalah nilai sekarang dari semua pembayaran dividen yang diharapkan akan diterima oleh pemegang saham di masa depan. Berikut adalah beberapa komponen kunci yang perlu dipahami dalam model diskon dividen:

  • Dividen: model diskon dividen bergantung pada dividen yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham. Dividen ini bisa dalam bentuk tunai atau saham tambahan. Biasanya, investor menggunakan dividen tunai dalam perhitungan model diskon dividen.
  • Tingkat Diskonto (r): Tingkat diskonto adalah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor dari investasi tersebut. Ini mencerminkan tingkat pengembalian yang akan diperoleh jika uang diinvestasikan dalam saham alternatif atau instrumen investasi lain yang memiliki tingkat risiko serupa.
  • Tingkat Pertumbuhan Dividen (g): Dalam model diskon dividen, ada asumsi tentang tingkat pertumbuhan dividen. Model diskon dividen mengasumsikan bahwa dividen akan tumbuh pada tingkat konstan (untuk Model Diskon Dividen Konstan) atau bahwa pertumbuhan dividen akan berubah seiring waktu (untuk Model Diskon Dividen Tidak Konstan).
  • Proyeksi Dividen: Analis atau investor perlu membuat proyeksi tentang berapa banyak dividen yang akan dibayarkan oleh perusahaan di masa depan. Ini sering kali melibatkan analisis historis dividen, kebijakan perusahaan terkait dividen, dan perkiraan pertumbuhan perusahaan.
  • Periode Proyeksi: Dalam model diskon dividen, kamu harus menentukan periode proyeksi dividen. Biasanya, ini dapat mencakup periode jangka pendek (contohnya, 5 tahun) diikuti oleh periode jangka panjang dengan tingkat pertumbuhan konstan (jika menggunakan Model Diskon Dividen Konstan).
  • Nilai Sekarang (Present Value): Nilai sekarang dari semua proyeksi dividen dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto (r). Ini mengukur nilai intrinsik saham saat ini berdasarkan aliran dividen di masa depan.

Model diskon dividen memiliki beberapa kelebihan, seperti kesederhanaannya dan fokusnya pada aliran kas yang sebenarnya (dividen). Namun, ada beberapa kelemahan, termasuk asumsi-asumsi yang harus diambil, seperti pertumbuhan dividen yang konsisten, dan tidak semua perusahaan membayar dividen secara teratur.

Sebagai tambahan, model diskon dividen sering digunakan bersama dengan metode penilaian saham lainnya untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang nilai saham. Analisis menyeluruh yang mencakup faktor-faktor seperti kondisi pasar, manajemen perusahaan, risiko, dan peluang pertumbuhan juga sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi yang cerdas.

 

Formula Model Diskon Dividen

Formula Dasar Model Diskon Dividen (Dividend Discount Model atau DDM) adalah sebagai berikut:

Di sini, komponen-komponennya adalah:

  • PV adalah Nilai Sekarang (Present Value) dari saham.
  • D1 adalah Dividen yang diharapkan pada tahun berikutnya.
  • r adalah Tingkat Diskonto yang mencerminkan tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor.
  • g adalah Tingkat Pertumbuhan Dividen.

Penting untuk memahami asumsi-asumsi di balik formula ini:

  1. Asumsi pertumbuhan dividen: Dalam model ini, asumsi bahwa dividen akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan konstan (g) selama waktu yang tak terbatas. Jika dividen tidak tumbuh atau tumbuh dengan tingkat yang tidak konsisten, model diskon dividen mungkin tidak cocok untuk digunakan.
  2. Tingkat diskonto (r): Ini adalah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor. Ini bisa mencerminkan tingkat pengembalian yang akan diperoleh dari investasi alternatif yang memiliki risiko serupa.

Formula model diskon dividen ini digunakan untuk menghitung nilai intrinsik saham. Jika nilai sekarang yang dihitung dengan rumus ini lebih tinggi daripada harga pasar saham saat ini, maka saham tersebut mungkin dianggap undervalued, dan ini dapat menjadi sinyal bagi investor untuk mempertimbangkan pembelian saham tersebut. Namun, perlu diingat bahwa hasil perhitungan model diskon dividen sangat bergantung pada proyeksi dividen dan asumsi-asumsi yang digunakan.

Untuk menggunakan model diskon dividen dengan lebih baik, investor seringkali melihat riwayat dividen perusahaan, kebijakan dividen, serta faktor-faktor yang dapat memengaruhi tingkat pertumbuhan dan tingkat diskonto yang sesuai.

Selain itu, ada variasi dari model diskon dividen yang digunakan ketika tingkat pertumbuhan dividen berubah selama periode waktu tertentu, yang disebut Model Diskon Dividen Tidak Konstan. Dalam kasus ini, perhitungan model diskon dividen melibatkan proyeksi dividen untuk periode yang berbeda dengan tingkat pertumbuhan yang berbeda.

 

Variasi Model Diskon Dividen

Selain Model Diskon Dividen (Dividend Discount Model atau DDM) konstan yang telah dibahas sebelumnya, ada beberapa variasi model diskon dividen yang digunakan oleh analis keuangan untuk menilai saham. Variasi-variasi ini memperhitungkan situasi yang lebih kompleks atau asumsi yang lebih realistis. Beberapa variasi model diskon dividen yang umum termasuk:

  • Model Diskon Dividen Bertahap (Multistage DDM): Dalam model ini, asumsi pertumbuhan dividen yang konstan digantikan oleh tingkat pertumbuhan dividen yang berbeda selama beberapa periode waktu tertentu. Sebagai contoh, perusahaan mungkin memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi untuk beberapa tahun, kemudian tingkat pertumbuhan yang lebih rendah untuk sisa periode proyeksi. Model ini lebih sesuai untuk perusahaan dengan pola pertumbuhan yang tidak konstan.
  • Model Gordon Growth Model (Model Pertumbuhan Gordon): Ini adalah versi khusus dari model diskon dividen yang digunakan ketika pertumbuhan dividen dianggap konstan selamanya. Rumusnya telah disebutkan sebelumnya.
  • Model Diskon Dividen dengan Pertumbuhan Variabel (Variable Growth DDM): Model ini cocok untuk perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan dividen yang berubah-ubah. Dalam model ini, tingkat pertumbuhan dividen diperkirakan secara berbeda untuk beberapa periode masa depan.
  • Model Dividen Tidak Konstan (Non-Constant Dividend Model): Ini mirip dengan Model Diskon Dividen Bertahap dan mempertimbangkan perubahan dalam tingkat pertumbuhan dividen selama beberapa periode, kemudian stabil menjadi tingkat konstan.
  • Model Penyusutan Dividen (Dividend Decline Model): Model ini digunakan ketika perusahaan diharapkan mengurangi dividen seiring waktu. Ini biasanya terjadi pada perusahaan yang telah mencapai titik jenuh dalam pertumbuhan dan memutuskan untuk mengalihkan sebagian keuntungan mereka untuk reinvestasi dalam bisnis atau proyek lain.
  • Model Dividen dengan Pengembalian Modal (Dividend with Return of Capital Model): Model ini mempertimbangkan pembayaran dividen serta pengembalian modal kepada pemegang saham. Ini berguna ketika perusahaan secara periodik mengembalikan sebagian modal yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Setiap variasi model diskon dividen memiliki asumsi yang berbeda dan digunakan tergantung pada karakteristik perusahaan yang dinilai.

Sebelum menggunakan model diskon dividen, penting untuk memahami baik asumsi-asumsi yang digunakan dalam model tersebut maupun karakteristik perusahaan yang dievaluasi, seperti pola pertumbuhan dividen, kondisi pasar, dan risiko-risiko yang terkait. Selain itu, analisis fundamental yang menyeluruh juga perlu dilakukan untuk membuat perkiraan yang lebih akurat.

 

Contoh Model Diskon Dividen

Asumsikan Perusahaan X membayar dividen sebesar $1,80 per saham tahun ini. Perusahaan mengharapkan dividen tumbuh selamanya sebesar 5% per tahun, dan biaya modal ekuitas perusahaan adalah 7%.

Dividen $1,80 adalah dividen untuk tahun ini dan perlu disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan untuk mendapatkan D1, estimasi dividen untuk tahun depan. Perhitungannya adalah: D1 = D0 x (1 + g) = $1,80 x (1 + 5%) = $1,89. Selanjutnya, dengan menggunakan GGM, harga per saham Perusahaan X adalah D(1) / (r – g) = $1,89 / ( 7% – 5%) = $94,50.

Melihat sejarah pembayaran dividen pengecer Amerika terkemuka Walmart Inc. (WMT) menunjukkan bahwa mereka telah membayar dividen tahunan sebesar $1,92, $1,96, $2,00, $2,04, dan $2,08, antara Januari 2014 dan Januari 2018 dalam urutan kronologis.

Orang dapat melihat pola peningkatan yang konsisten sebesar 4 sen dalam dividen Walmart setiap tahun, yang sama dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 2%. Asumsikan seorang investor memiliki tingkat pengembalian yang disyaratkan sebesar 5%. Dengan menggunakan perkiraan dividen sebesar $2,12 pada awal tahun 2019, investor akan menggunakan model diskon dividen untuk menghitung nilai per saham sebesar $2,12/ (0,05 – 0,02) = $70,67.

 

Kekurangan Model Diskon Dividen

Meskipun Model Diskon Dividen (Dividend Discount Model atau DDM) dapat menjadi alat yang berguna dalam menilai saham, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan:

  • Asumsi Pertumbuhan Dividen
  • Tidak tepat untuk Perusahaan yang Tidak Membayar Dividen
  • Tidak Memperhitungkan Perubahan Struktur Modal
  • Tingkat Diskonto yang Sulit Diprediksi
  • Tidak Memperhitungkan Faktor-faktor Non-Dividend
  • Tidak Memperhitungkan Pemegang Saham yang Berbeda
  • Tidak Cocok untuk Perusahaan Pertumbuhan Tinggi
  • Sensitif Terhadap Asums
  • Tidak Memperhitungkan Perubahan dalam Kebijakan Dividen

Ketika menggunakan model diskon dividen, penting untuk memahami keterbatasan-keterbatasannya dan menggunakan model ini sebagai alat tambahan dalam analisis investasi yang lebih luas. Analisis yang lebih mendalam tentang asumsi-asumsi dan kondisi perusahaan adalah penting untuk membuat keputusan investasi yang baik.

Menggunakan Model Diskon Dividen untuk Investasi

Menggunakan Model Diskon Dividen (Dividend Discount Model atau DDM) untuk investasi melibatkan beberapa tahapan dan pertimbangan. Berikut ini adalah tahapan umum yang dapat diikuti:

  • Pahami Perusahaan yang  Dinilai:
      • Pelajari dengan baik perusahaan yang akan dinvestasikan. Ini mencakup memahami model bisnisnya, industri di mana perusahaan beroperasi, sejarah kinerjanya, dan strategi pertumbuhan.
  • Peroleh Data yang Diperlukan:
      • Dapatkan data historis tentang dividen perusahaan, termasuk sejarah pembayaran dividen dan tingkat pertumbuhan dividen jika ada.
      • Tentukan tingkat diskonto yang akan digunakan. Ini dapat mencerminkan tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi alternatif dengan tingkat risiko serupa.
  • Tentukan Asumsi Pertumbuhan Dividen:
      • Asumsi tentang tingkat pertumbuhan dividen sangat penting. Kamu harus memutuskan apakah pertumbuhan dividen akan tetap konstan (Model Diskon Dividen Konstan) atau berubah selama periode tertentu (Model Diskon Dividen Tidak Konstan).
      • Jika menggunakan pertumbuhan dividen yang berubah-ubah, tentukan periode proyeksi dan tingkat pertumbuhan dividen untuk setiap periode tersebut.
  • Hitung Nilai Saat Ini (PV):
      • Gunakan formula model diskon dividen yang sesuai dengan asumsi-asumsi yang telah ditentukan untuk menghitung nilai intrinsik saham saat ini.
      • Jika menggunakan Model Diskon Dividen Konstan, rumusnya adalah seprti yang dituliskan di atas.
      • Jika menggunakan Model Diskon Dividen Tidak Konstan, hitung nilai sekarang dari setiap aliran dividen masa depan dan jumlahkan semuanya.
  • Bandingkan dengan Harga Pasar Saat Ini:
      • Bandingkan nilai intrinsik yang dihitung dengan harga pasar saham saat ini. Jika nilai intrinsik yang dihitung lebih tinggi daripada harga pasar, ini bisa menunjukkan bahwa saham tersebut dianggap undervalued, dan mungkin ingin mempertimbangkan untuk membeli saham tersebut.
  • Lakukan Analisis Tambahan:
      • Model diskon dividen sebaiknya digunakan bersamaan dengan analisis fundamental yang lebih mendalam. Pertimbangkan faktor-faktor seperti kinerja keuangan perusahaan, tren pasar, manajemen, dan faktor-faktor ekonomi lainnya.
      • Tinjau kembali asumsi-asumsi secara kritis dan pertimbangkan berbagai skenario yang mungkin terjadi.
  • Pertimbangkan Risiko:
      • Selalu pertimbangkan risiko investasi. Saat menggunakan model diskon dividen, risiko dapat mencakup ketidakpastian dalam asumsi pertumbuhan dividen, perubahan dalam kondisi pasar, dan faktor risiko lainnya yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan.
  • Reevaluasi Secara Berkala:
    • Nilai saham dan kondisi perusahaan dapat berubah seiring waktu. Oleh karena itu, perlu untuk secara berkala memeriksa ulang analisis dan memutuskan apakah perlu membuat perubahan dalam portofolio investasi.

Penting untuk diingat bahwa model diskon dividen adalah alat yang berguna dalam analisis investasi, tetapi memiliki asumsi-asumsi yang perlu diperhatikan.

Tidak semua perusahaan cocok untuk dinilai dengan model diskon dividen, terutama jika mereka tidak memiliki kebijakan dividen yang konsisten. Selalu lakukan analisis menyeluruh dan pertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi.

 

Dividend Discount Model
by Kiki A. Ramadhan

0 comments


Artikel lainnya