Okt 30, 2023

Dividend Per Share (DPS)

Apa Itu Dividend Per Share (DPS)?

Dividend Per Share adalah jumlah total dividen yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham, dibagi dengan jumlah total saham yang beredar. Ini adalah ukuran yang mengindikasikan berapa banyak pendapatan yang diterima oleh pemegang saham untuk setiap saham yang mereka miliki dalam bentuk dividen.

DPS adalah cara bagi perusahaan untuk membagikan sebagian dari laba yang dihasilkan kepada pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan saham mereka. Dividen dapat dibayarkan secara berkala, seperti triwulanan atau tahunan, dan besarnya dapat bervariasi tergantung pada kinerja perusahaan, kebijakan dividen, dan kebutuhan investasi perusahaan.

Investor sering memperhatikan Dividend Per Share karena ini memberikan gambaran tentang potensi pendapatan pasif yang mereka bisa peroleh dari investasi saham mereka. Jika suatu perusahaan memiliki DPS yang stabil atau bahkan meningkat dari waktu ke waktu, ini dapat menjadi sinyal positif tentang kinerja perusahaan dan komitmen perusahaan terhadap pembayaran dividen kepada pemegang saham.

DPS perusahaan sering diperoleh dengan menggunakan dividen yang dibayarkan pada kuartal terakhir, yang juga digunakan untuk menghitung hasil dividen. Ini adalah angka paling mudah yang dapat digunakan investor untuk menghitung pembayaran dividen mereka dari kepemilikan saham dari waktu ke waktu.

Peningkatan DPS yang konsisten dari waktu ke waktu juga dapat memberikan kepercayaan kepada investor bahwa manajemen perusahaan yakin pertumbuhan pendapatannya dapat dipertahankan.

Formula DPS:

DPS = D-SD / S

Di mana:

D= sejumlah dividen selama suatu periode (biasanya

seperempat atau tahun)

SD= khusus, satu kali dividen dalam periode tersebut

S= saham biasa yang beredar pada periode tersebut

Menghitung DPS dengan benar sangat penting bagi investor karena ini memberikan gambaran yang akurat tentang pendapatan pasif yang bisa diperoleh dari kepemilikan saham dalam bentuk dividen.

Dalam perhitungan Dividend Per Share, jumlah total saham biasa yang beredar umumnya dihitung dengan menggunakan rata-rata tertimbang saham selama periode pelaporan. Rata-rata tertimbang ini mencerminkan perubahan dalam jumlah saham selama periode waktu tertentu, seperti kuartal atau tahun fiskal, dan sering digunakan dalam perhitungan berbagai metrik keuangan, termasuk DPS dan Laba Per Saham (EPS).

Misalnya, asumsikan perusahaan ABC membayar total $237.000 dalam bentuk dividen selama setahun terakhir, di mana ada satu kali dividen khusus sebesar $59.250. EFG memiliki 2 juta saham beredar, jadi Dividend Per Share-nya adalah ($237.000-$59.250)/2.000.000 = $0,09 per saham.

Dividend Per Share terkait erat dengan beberapa metrik keuangan yang memberikan wawasan tentang kebijakan dividen perusahaan dan bagaimana perusahaan memanfaatkan laba mereka. Mengingat definisi rasio pembayaran sebagai proporsi laba yang dibayarkan sebagai dividen kepada pemegang saham, DPS dapat dihitung dengan mengalikan rasio pembayaran perusahaan dengan laba per sahamnya.

Laba Per Saham (EPS) adalah salah satu metrik keuangan yang penting dan umum digunakan dalam analisis keuangan. EPS mengukur seberapa besar laba bersih perusahaan yang tersedia bagi setiap saham yang beredar dan memberikan gambaran tentang pendapatan yang dapat diterima oleh pemegang saham per saham. Dalam banyak kasus, EPS dapat ditemukan di laporan laba rugi perusahaan.

Sementara itu, rasio retensi mengacu pada kebalikan dari rasio pembayaran, karena rasio ini mengukur proporsi laba perusahaan yang ditahan dan karena itu tidak dibayarkan sebagai dividen. Gagasan bahwa nilai intrinsik suatu saham dapat diperkirakan dengan dividen masa depan atau nilai arus kas yang akan dihasilkan saham di masa depan menjadi dasar model diskon dividen.

Ketika melakukan analisis atau perhitungan berbasis model keuangan, seringkali yang dipertimbangkan adalah data terbaru, termasuk Dividend Per Share terbaru. Penggunaan DPS terbaru dalam model keuangan adalah penting karena ini mencerminkan informasi paling mutakhir tentang kebijakan dividen perusahaan.

 

Contoh Dividend Per Share

Meningkatkan Dividend Per Share adalah cara yang baik bagi perusahaan untuk memberi sinyal kinerja yang kuat kepada pemegang sahamnya. Karena alasan ini, banyak perusahaan yang membayar dividen fokus untuk menambah DPS mereka, sehingga perusahaan yang membayar dividen cenderung membanggakan pertumbuhan Dividend Per Share yang stabil.

Fakta bahwa Coca-Cola telah membayar dividen triwulanan sejak 1920 dan secara konsisten meningkatkan Dividen Per Saham tahunan setidaknya sejak 1996 adalah indikasi dari komitmen perusahaan terhadap pembayaran dividen yang stabil dan pertumbuhan dividen jangka panjang.

Tindakan Walmart untuk terus menaikkan Dividen Per Saham tunai tahunannya setiap tahun sejak pertama kali mengumumkan pembayaran dividen pada Maret 1974 adalah contoh lain dari komitmen perusahaan terhadap pembayaran dividen yang konsisten dan pertumbuhan dividen jangka panjang. Sejak 2015, raksasa ritel ini telah menambahkan setidaknya 4 sen setiap tahun ke dividen per sahamnya, yang dinaikkan menjadi $2,08 untuk Walmart’s. TA 2019.

 

Mengapa Dividend Per Share Penting bagi Investor?

Dividend Per Share adalah metrik yang signifikan karena jumlah dividen yang dibayarkan oleh perusahaan secara langsung diartikan sebagai pendapatan bagi pemegang saham. Ini adalah angka paling mudah yang dapat digunakan investor untuk menghitung pembayaran dividen mereka dari kepemilikan saham dari waktu ke waktu.

Peningkatan DPS yang konsisten dari waktu ke waktu juga dapat memberikan kepercayaan kepada investor bahwa manajemen perusahaan yakin pertumbuhan pendapatannya dapat dipertahankan.

 

Bagaimana Dividend Per Share Dihitung?

Dividend Per Share dihitung dengan membagi total dividen yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham dengan jumlah total saham biasa yang beredar. Berikut adalah rumus umum untuk menghitung DPS:

 

Dalam rumus di atas:

  • “Total Dividen” adalah jumlah total dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu, misalnya triwulan atau tahunan.
  • “Jumlah Saham Biasa yang Beredar” adalah total saham biasa yang diterbitkan oleh perusahaan dan berada di tangan pemegang saham pada saat itu.

Perlu diingat bahwa Dividend Per Share dapat dihitung untuk berbagai periode waktu, seperti triwulan, tahun fiskal, atau periode lainnya, tergantung pada kebijakan dividen perusahaan.

Contoh Penghitungan DPS: Misalkan perusahaan XYZ membayar total dividen sebesar $10.000.000 kepada pemegang sahamnya dalam periode triwulan terakhir. Selama periode tersebut, jumlah saham biasa yang beredar sebanyak 5.000.000 saham. Maka, DPS perusahaan XYZ untuk periode triwulan tersebut dapat dihitung sebagai berikut:

 

 

Jadi, Dividen Per Saham (DPS) perusahaan XYZ selama periode tersebut adalah $2 per saham.

Penting untuk diingat bahwa Dividend Per Share adalah ukuran yang penting bagi investor karena memberikan gambaran tentang berapa banyak dividen yang dihasilkan dari setiap saham yang dimiliki. Namun, DPS harus dianalisis bersama dengan faktor-faktor lain, seperti kebijakan dividen, kinerja perusahaan, dan tujuan investasi.

 

Apa itu Rasio Retensi?

Rasio retention juga disebut rasio bajak kembali, adalah proporsi pendapatan yang disimpan kembali da lam bisnis sebagai laba ditahan. Ini mengacu pada persentase laba bersih yang ditahan untuk mengembangkan bisnis, daripada dibayarkan sebagai dividen.

Ini adalah kebalikan dari rasio pembayaran, yang mengukur persentase laba yang dibayarkan kepada pemegang saham sebagai dividen. Metrik ini membantu investor memperhatikan seberapa besar bagian laba yang dibiarkan di dalam perusahaan untuk diinvestasikan kembali dalam operasi bisnis.

Biasanya, perusahaan baru memiliki rasio retensi yang tinggi saat mereka berinvestasi pendapatan kembali ke perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan.

 

Dividend Per Share (DPS)
by Kiki A. Ramadhan

0 comments


Artikel lainnya