Transaksi Marjin
Cari tahu apa itu Transaksi Marjin, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest.

Kiki • Mar 27, 2025

Apa Itu Transaksi Marjin?
Transaksi Marjin: Pengertian, Mekanisme, dan Risiko dalam Investasi
Pengertian Transaksi Marjin
Transaksi marjin adalah metode perdagangan di pasar modal di mana investor dapat membeli saham menggunakan dana pinjaman dari perusahaan sekuritas. Dalam skema ini, investor hanya perlu menyetor sebagian dari nilai transaksi sebagai jaminan (margin), sementara sisanya dibiayai oleh sekuritas.
Dengan kata lain, transaksi marjin memungkinkan investor untuk memperbesar daya beli mereka tanpa harus menyediakan seluruh modal secara tunai.
Mekanisme Transaksi Marjin
Transaksi marjin diatur dengan mekanisme tertentu agar tetap aman dan sesuai regulasi. Berikut adalah tahapan dalam melakukan transaksi marjin:
Pembukaan Rekening Marjin**
Investor harus membuka rekening marjin di perusahaan sekuritas yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rekening ini berbeda dari rekening reguler karena memungkinkan investor untuk menggunakan fasilitas pinjaman dalam perdagangan saham.
Setoran Awal (Initial Margin)**
Investor perlu menyetor sejumlah dana sebagai jaminan awal untuk melakukan transaksi marjin. Besaran initial margin ini biasanya dihitung sebagai persentase dari nilai transaksi dan dapat bervariasi tergantung pada kebijakan sekuritas.
Perdagangan Saham dengan Dana Pinjaman**
Setelah initial margin disetorkan, investor dapat membeli saham dalam jumlah yang lebih besar dari dana yang dimilikinya. Sekuritas akan membiayai sisa dana pembelian saham tersebut.
Margin Call**
Jika nilai saham yang dibeli turun hingga menyentuh batas tertentu, perusahaan sekuritas akan mengeluarkan peringatan yang disebut margin call. Dalam kondisi ini, investor harus menyetor tambahan dana atau menjual sebagian sahamnya untuk mengembalikan rasio margin ke tingkat yang aman.
Forced Liquidation**
Jika investor tidak memenuhi margin call dalam jangka waktu yang ditentukan, sekuritas berhak menjual saham yang dimiliki investor secara paksa untuk menutup utang pinjaman.
Keuntungan Transaksi Marjin
Transaksi marjin memiliki beberapa keuntungan yang membuatnya menarik bagi investor, yaitu:
Leverage Investasi**
Dengan menggunakan dana pinjaman, investor dapat memperbesar potensi keuntungan mereka. Jika harga saham naik, investor bisa mendapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan jika hanya menggunakan modal sendiri.
Peluang Memanfaatkan Momentum Pasar**
Investor dapat memanfaatkan tren kenaikan harga saham dengan modal yang lebih besar, sehingga berpotensi mendapatkan keuntungan yang lebih cepat.
Diversifikasi Portofolio**
Dengan fasilitas marjin, investor dapat membeli lebih banyak saham dari berbagai sektor, sehingga dapat meningkatkan diversifikasi dan mengurangi risiko spesifik pada satu aset.
Risiko Transaksi Marjin
Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar, transaksi marjin juga memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan transaksi reguler. Berikut adalah beberapa risiko utama yang harus diperhatikan:
Risiko Leverage**
Leverage dalam transaksi marjin tidak hanya memperbesar potensi keuntungan tetapi juga meningkatkan risiko kerugian. Jika harga saham turun, investor bisa kehilangan lebih dari modal awal yang disetorkan.
Margin Call**
Jika harga saham yang dibeli turun drastis, investor dapat terkena margin call dan harus menambah dana dalam waktu singkat. Jika tidak, sahamnya bisa dijual secara paksa oleh sekuritas.
Beban Bunga**
Dana pinjaman dalam transaksi marjin tidak gratis; investor harus membayar bunga atas jumlah yang dipinjam. Jika harga saham tidak naik seperti yang diharapkan, beban bunga ini bisa menggerus keuntungan bahkan menambah kerugian.
Forced Liquidation**
Jika harga saham terus turun dan investor tidak dapat memenuhi margin call, sekuritas dapat menjual saham yang dimiliki tanpa persetujuan investor, sering kali dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga beli.
Regulasi Transaksi Marjin di Indonesia
Di Indonesia, transaksi marjin diawasi ketat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa aturan penting yang berlaku dalam perdagangan marjin meliputi:
Hanya saham-saham tertentu yang masuk dalam daftar efek marjin (marginable stocks) yang dapat diperdagangkan dengan fasilitas marjin.
Investor harus memenuhi ketentuan initial margin dan maintenance margin yang ditetapkan oleh sekuritas.
Perusahaan sekuritas wajib memantau rasio margin setiap nasabah dan memberikan peringatan jika rasio turun di bawah ambang batas yang ditentukan.
Transaksi marjin adalah strategi investasi yang memungkinkan investor untuk memperbesar daya beli mereka melalui pinjaman dari sekuritas. Meskipun menawarkan peluang keuntungan yang lebih tinggi, transaksi ini juga memiliki risiko yang besar, termasuk margin call dan forced liquidation.
Oleh karena itu, investor yang ingin menggunakan fasilitas marjin harus memiliki pemahaman yang kuat tentang mekanisme perdagangan serta manajemen risiko yang baik untuk menghindari kerugian yang tidak terkendali.