Volume
Cari tahu apa itu Volume, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest.

Kiki • Mar 28, 2025

Apa Itu Volume?
Volume dalam Investasi: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya
Pengertian Volume dalam Investasi
Volume dalam investasi merujuk pada jumlah unit atau lot dari suatu aset keuangan yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu. Dalam konteks pasar saham, volume mengacu pada jumlah saham yang berpindah tangan di bursa dalam satu hari perdagangan.
Volume sering digunakan sebagai indikator penting untuk mengukur likuiditas dan sentimen pasar terhadap suatu aset.
Volume tidak hanya berlaku untuk saham, tetapi juga untuk instrumen keuangan lainnya seperti obligasi, mata uang, dan aset kripto. Semakin tinggi volume suatu aset, semakin likuid aset tersebut, yang berarti lebih mudah untuk membeli atau menjualnya tanpa mengalami perbedaan harga yang signifikan.
Fungsi Volume dalam Analisis Investasi
Volume memiliki peran penting dalam analisis investasi, baik dalam analisis teknikal maupun fundamental. Berikut beberapa fungsi utama volume dalam investasi:
Menunjukkan Likuiditas Pasar**
Volume tinggi menunjukkan bahwa suatu aset memiliki banyak peminat dan lebih mudah untuk diperjualbelikan tanpa mempengaruhi harga secara signifikan. Sebaliknya, volume rendah menunjukkan bahwa aset tersebut memiliki sedikit transaksi, sehingga harga bisa lebih fluktuatif jika ada transaksi dalam jumlah besar.
Mengkonfirmasi Tren Pasar**
Volume dapat digunakan untuk mengkonfirmasi tren harga suatu aset. Jika harga suatu saham naik dengan volume yang tinggi, maka tren kenaikan tersebut dianggap lebih kuat.
Sebaliknya, jika harga naik tetapi volume rendah, tren tersebut bisa saja tidak berkelanjutan.
Mendeteksi Pembalikan Tren (Reversal)**
Volume dapat membantu investor mengidentifikasi kemungkinan pembalikan tren. Misalnya, jika harga saham turun tetapi disertai dengan volume tinggi, ini bisa menjadi tanda bahwa tekanan jual sedang memuncak dan pembalikan harga mungkin terjadi.
Menentukan Level Support dan Resistance**
Volume dapat membantu dalam mengidentifikasi level support dan resistance. Level support adalah titik di mana harga cenderung berhenti turun karena adanya minat beli yang besar, sementara level resistance adalah titik di mana harga sulit naik karena tekanan jual yang tinggi.
Jika suatu aset menembus level support atau resistance dengan volume tinggi, ini bisa menjadi indikasi pergerakan harga yang lebih kuat.
Mengukur Minat Investor terhadap Suatu Saham**
Volume yang meningkat secara tiba-tiba dapat menjadi indikator adanya minat investor yang besar terhadap suatu saham, baik karena berita positif, laporan keuangan yang baik, atau sentimen pasar lainnya.
Cara Menggunakan Volume dalam Analisis Teknikal
Dalam analisis teknikal, volume sering dikombinasikan dengan indikator lain untuk membantu investor mengambil keputusan. Berikut beberapa indikator berbasis volume yang sering digunakan:
On-Balance Volume (OBV)**
OBV adalah indikator yang menghitung total volume perdagangan secara kumulatif untuk menunjukkan tekanan beli dan jual. Jika OBV naik, berarti ada lebih banyak volume pada hari naik dibandingkan dengan hari turun, menandakan akumulasi oleh investor besar.
Volume Moving Average (VMA)**
VMA adalah rata-rata volume perdagangan selama periode tertentu. Jika volume harian melebihi VMA, ini bisa menjadi indikasi bahwa saham sedang mengalami peningkatan aktivitas perdagangan yang signifikan.
Volume Relative Strength (VRS)**
VRS membandingkan volume saat ini dengan rata-rata volume dalam jangka waktu tertentu. Jika VRS tinggi, itu menunjukkan bahwa saham sedang mengalami lonjakan minat dari investor.
Accumulation/Distribution Line (A/D Line)**
A/D Line mengukur aliran uang ke dalam dan keluar dari suatu saham berdasarkan volume dan harga penutupan. Jika A/D Line naik, itu menunjukkan akumulasi (pembelian), sedangkan jika turun, berarti distribusi (penjualan).
Faktor yang Mempengaruhi Volume Perdagangan
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi volume perdagangan suatu aset adalah:
Berita dan Informasi Pasar**
Rilis laporan keuangan, kebijakan ekonomi, atau berita terkait perusahaan dapat mempengaruhi minat investor dan meningkatkan volume perdagangan.
Sentimen Pasar**
Sentimen positif atau negatif di pasar dapat memicu peningkatan atau penurunan volume. Contohnya, pengumuman suku bunga rendah dapat meningkatkan minat beli saham.
Hari dan Waktu Perdagangan**
Volume perdagangan biasanya lebih tinggi pada awal dan akhir sesi perdagangan karena adanya aktivitas pembukaan dan penutupan posisi oleh investor institusional.
Volatilitas Pasar**
Saat volatilitas tinggi, volume cenderung meningkat karena lebih banyak investor yang melakukan transaksi untuk memanfaatkan pergerakan harga.
Volume merupakan indikator penting dalam investasi yang dapat membantu investor memahami likuiditas, tren, dan minat pasar terhadap suatu aset. Dengan memahami dan menggunakan volume dalam analisis, investor dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam perdagangan saham dan instrumen investasi lainnya.
Namun, volume sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator, melainkan dikombinasikan dengan analisis teknikal dan fundamental lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang pergerakan pasar.