Agu 29, 2023

Aset Bebas Resiko

Apa itu Aset Bebas Risiko?

Aset bebas risiko memiliki pengembalian masa depan tertentu dan hampir tidak ada kemungkinan kerugian. Ketika pemegang saham atau investor melakukan investasi, ada tingkat pengembalian yang diantisipasi dan diharapkan tergantung pada durasi aset yang dimiliki.

Adanya perbedaan yang signifikan  antara risiko ditunjukkan oleh fakta bahwa pengembalian aktual dan pengembalian yang diantisipasi mungkin terjadi.

Dikarenakan fluktuasi pasar sulit diprediksi, dan risikonya adalah aspek pengembalian masa depan yang tidak diketahui. Secara umum, tingkat risiko yang meningkat menunjukkan kemungkinan fluktuasi besar yang lebih tinggi, yang dapat diterjemahkan menjadi keuntungan atau kerugian yang signifikan tergantung pada hasilnya.

Investasi dengan bebas risiko dianggap cukup pasti untuk mampu memperoleh keuntungan pada tingkat yang sudah atau dapat diprediksi. Keuntungan tersebut pada dasarnya sudah diketahui, tingkat pengembalian tidak jarang jauh lebih rendah untuk dapat mencerminkan jumlah risiko yang jauh lebih rendah. Pengembalian yang diharapkan dan pengembalian aktual cenderung hampir sama.

Sementara itu pengembalian aset bebas risiko ini tidak menjamin keuntungan dalam hal daya beli. Hal tersebut tergantung pada lamanya jangka waktu hingga jatuh tempo, inflasi juga dapat menyebabkan aset kehilangan daya beli meskipun nilai dolar sedang naik seperti yang diperkirakan.

Aset Bebas Risiko dan Pengembalian

Pengembalian bebas risiko adalah mengembalikan teoretis yang dihubungkan dengan investasi yang memberikan pengembalian terjamin dengan nol risiko.

Tingkatan bebas risiko mewakili bunga atas uang investor yang diharapkan dari aset bebas risiko ketika diinvestasikan selama periode waktu tertentu. Misalnya, investor biasanya menggunakan suku bunga pada T-bill AS tiga bulan sebagai proxy untuk tingkat bebas risiko jangka pendek.

Pengembalian bebas risiko adalah tingkat pengembalian lain yang diukur. Investor yang membeli sekuritas dengan beberapa ukuran risiko yang lebih tinggi daripada aset bebas risiko (seperti tagihan Departemen Keuangan AS) secara alami akan menuntut tingkat pengembalian yang lebih tinggi, karena peluang yang mereka ambil lebih besar.

Premi risiko atas sekuritas diwakili oleh selisih antara pengembalian yang diperoleh dan pengembalian bebas risiko. Dengan kata lain, pengembalian aset bebas risiko ditambahkan ke premi risiko untuk mengukur total pengembalian investasi yang diharapkan investor.

Risiko Investasi Ulang

Meskipun mereka tidak berisiko dalam arti kemungkinan gagal bayar, bahkan aset bebas risiko pun dapat memiliki kelemahan. Dan itu dikenal sebagai risiko reinvestasi.

Agar investasi jangka panjang tetap bebas risiko, setiap reinvestasi yang diperlukan juga harus bebas risiko. Seringkali, tingkat pengembalian yang tepat tidak dapat diprediksi sejak awal selama durasi investasi.

Katakanlah, seorang investor berinvestasi dalam tagihan Treasury jangka waktu enam bulan, setahun dua kali, mengganti satu batch saat jatuh tempo dengan yang lainnya. Risiko untuk mencapai setiap tingkat pengembalian yang ditentukan selama enam bulan yang juga mencakup pertumbuhan tagihan Treasury tertentu itu pada dasarnya kosong, tidak ada sama sekali atau nihil.

Namun, suku bunga dapat berubah antara setiap contoh reinvestasi. Jadi tingkat pengembalian tagihan Treasury kedua yang dibeli sebagai bagian dari proses reinvestasi enam bulan mungkin tidak sama dengan tingkat pengembalian tagihan Treasury pertama yang dibeli; tagihan ketiga mungkin tidak sama dengan tagihan kedua, dan seterusnya.

Dalam hal tersebut, ada beberapa risiko dalam jangka panjang yang harus diketahui. Pengembalian T-bill individu dijamin, tetapi tingkat pengembalian lebih dari satu dekade (atau berapa lama investor mengejar strategi ini) tidak.

 

Aset Bebas Resiko
by Kiki A. Ramadhan

0 comments


Artikel lainnya