Nov 13, 2023

Dividend Yield (Hasil Dividen)

Apa itu Dividend Yield?

 

Dividend yield (hasil dividen) adalah rasio yang mengukur seberapa besar pendapatan dividen yang diberikan oleh sebuah perusahaan dalam bentuk dividen dibandingkan dengan harga sahamnya. Ini adalah ukuran penting yang membantu investor mengevaluasi seberapa besar pengembalian yang diterima dari investasi dalam saham berdasarkan pembayaran dividen.

Formula untuk menghitung dividend yield adalah sebagai berikut:

Di mana:

  • Dividen per Saham adalah jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham per saham.
  • Harga Saham adalah harga saham pada saat perhitungan.

Contoh, jika suatu perusahaan membayar dividen sebesar $2 per saham dan harga sahamnya saat ini adalah $50, maka dividend yield-nya akan dihitung sebagai berikut:

Dalam contoh ini, dividend yield-nya adalah 4%. Ini berarti investor akan menerima pendapatan sebesar 4% dari harga saham mereka dalam bentuk dividen.

Dividend yield memberikan gambaran tentang seberapa besar pengembalian yang dihasilkan dari dividen dalam kaitannya dengan investasi awal dalam saham. Ini juga memungkinkan investor membandingkan hasil dividen antara saham yang berbeda atau dengan alternatif investasi lainnya, seperti obligasi atau tabungan.

Penting untuk diingat bahwa dividend yield dapat bervariasi seiring perubahan harga saham dan kebijakan dividen perusahaan. Misalnya, per Juni 2021, Qualcomm Incorporated (QCOM), produsen peralatan telekomunikasi yang mapan, memiliki dividen tambahan dua belas bulan (TTM) sebesar $2,63.

Menggunakan harga saat ini $144,41 pada 17 Agustus 2021, hasil dividennya akan menjadi 1,82%. Sementara itu, Square, Inc. (SQ), pemroses pembayaran seluler yang relatif lebih baru, tidak membayar dividen sama sekali.

 

Menghitung Dividend Yield

Rumus untuk hasil dividen adalah sebagai berikut:

Dividend Yield =   Price Per Share / Annual Dividends Per Share

Menghitung dividend yield (hasil dividen) melibatkan perbandingan antara jumlah dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dengan harga saham pada saat tertentu. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung dividend yield:

  1. Tentukan Jumlah Dividen
  2. Tentukan Harga Saham
  3. Gunakan Formula Dividend Yield
  4. Konversi ke Persentase

Namun, perlu diingat bahwa hasil dividen adalah angka historis yang dapat bervariasi seiring waktu tergantung pada kebijakan dividen perusahaan dan perubahan harga saham. Jika mencari saham dengan dividend yield yang tinggi, pastikan juga untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan dan kinerja historis mereka sebelum membuat keputusan investasi.

Menggunakan nomor dividen tambahan dapat diterima, tetapi dapat membuat hasil terlalu tinggi atau terlalu rendah jika dividen baru saja dipotong atau dinaikkan.

Beberapa perusahaan, terutama di luar AS, membayar dividen kuartalan kecil dengan dividen tahunan yang besar. Jika perhitungan dividen dilakukan setelah pembagian dividen yang besar, maka akan memberikan imbal hasil yang membengkak.

Akhirnya, beberapa perusahaan membayar dividen lebih sering daripada triwulanan. Dividen bulanan dapat mengakibatkan perhitungan dividend yield yang terlalu rendah. Saat memutuskan bagaimana menghitung hasil dividen, investor harus melihat riwayat pembayaran dividen untuk memutuskan metode mana yang akan memberikan hasil paling akurat.

 

Keuntungan Dividend Yield

Bukti sejarah menunjukkan bahwa fokus pada dividen dapat memperkuat pengembalian daripada memperlambatnya. Misalnya, menurut analis di Hartford Funds, sejak tahun 1970, 84% dari total pengembalian S&P 500 berasal dari dividen.

Asumsi ini didasarkan pada fakta bahwa investor cenderung menginvestasikan kembali dividen mereka kembali ke S&P 500, yang kemudian meningkatkan kemampuan mereka untuk mendapatkan lebih banyak dividen di masa depan.

Misalnya, seorang investor membeli saham senilai $10.000 dengan hasil dividen 4% pada tingkat harga saham $100. Investor ini memiliki 100 saham yang semuanya membayar dividen sebesar $4 per saham (100 x $4 = total $400).

Asumsikan bahwa investor menggunakan dividen $400 untuk membeli empat saham lagi. Harga akan disesuaikan pada tanggal ex-dividen sebesar $4 per saham menjadi $96 per saham.

Dividend Reinvestment Plan (DRIP) memungkinkan investor untuk membeli saham tambahan dalam pecahan setiap kali dividen dibayarkan, dan ini dapat menghasilkan akumulasi saham secara bertahap dari waktu ke waktu. Ini serupa dengan konsep “dollar-cost averaging,” di mana investor secara teratur menginvestasikan jumlah dolar yang tetap ke dalam saham, independen dari fluktuasi harga saham.

  • Awalnya, investor memiliki 100 saham senilai $10.000 (100 saham x $100 per saham).
  • Dividen dibayarkan dan menghasilkan 4,16 saham tambahan (104,16 saham total).
  • Nilai total investasi saat itu adalah $10.416 (104,16 saham x $100 per saham).

Dengan reinvestasi dividen, jumlah saham secara perlahan bertambah setiap kali dividen dibayarkan, dan dengan pertambahan jumlah saham ini, nilai total investasi dapat terus tumbuh dari waktu ke waktu.

Hal ini memungkinkan untuk memanfaatkan efek compounding, di mana keuntungan yang diperoleh juga berpotensi menghasilkan lebih banyak dividen dan pertumbuhan nilai saham di masa depan. Penting untuk diingat bahwa meskipun DRIP dapat menjadi strategi yang menguntungkan dalam jangka panjang, investasi saham tetap melibatkan risiko dan pergerakan harga saham yang fluktuatif.

Selalu lakukan analisis menyeluruh, pertimbangkan tujuan investasi, dan pertimbangkan diversifikasi portofolio untuk meminimalkan risiko.

 

Kerugian dari Dividend Yield

Meskipun hasil dividen memiliki berbagai manfaat, ada beberapa kerugian dan pertimbangan yang perlu dipahami oleh para investor:

  1. Pendapatan Tidak Tetap: Dividen bukanlah bentuk pendapatan yang tetap dan dapat bervariasi dari waktu ke waktu. Perusahaan tidak diwajibkan untuk membayar dividen dan dapat mengubah atau menghentikan pembayaran dividen jika kondisi keuangan atau strategi bisnis berubah.
  2. Keterbatasan Pertumbuhan: Fokus pada hasil dividen mungkin dapat mengurangi potensi pertumbuhan modal. Jika perusahaan memilih untuk membayar sebagian besar pendapatannya dalam bentuk dividen, ini bisa mengurangi dana yang tersedia untuk investasi dalam pertumbuhan bisnis.
  3. Pengaruh Pada Harga Saham: Pengumuman perubahan dalam kebijakan dividen, seperti pemangkasan atau penghentian pembayaran dividen, bisa berdampak negatif pada harga saham. Hal ini dapat mempengaruhi nilai portofolio investasi.
  4. Pajak: Dividen dapat dikenakan pajak atas pendapatan dan kadang-kadang dikenakan pajak tambahan. Ini dapat mempengaruhi pengembalian yang sebenarnya yang diterima oleh investor.
  5. Inflasi: Dalam beberapa kasus, dividen mungkin tidak berkembang secepat laju inflasi. Ini bisa mengakibatkan penurunan daya beli dari pendapatan dividen seiring waktu.
  6. Ketergantungan Pada Sektor Tertentu: Beberapa sektor industri cenderung membayar dividen lebih tinggi daripada yang lain. Bergantung terlalu banyak pada sektor ini dapat menghasilkan portofolio yang tidak cukup terdiversifikasi.
  7. Kebijakan Keuangan Perusahaan: Kebijakan dividen perusahaan mungkin dapat berubah karena perubahan dalam kondisi keuangan atau strategi bisnis. Ini dapat mempengaruhi ekspektasi investor.
  8. Alternatif Investasi: Pilihan investasi lain, seperti obligasi atau reksa dana dengan potensi pertumbuhan modal, mungkin lebih sesuai dengan tujuan investasi daripada saham yang membayar dividen.

Penting untuk memahami bahwa setiap investor memiliki tujuan dan preferensi investasi yang berbeda. Beberapa investor mungkin mengutamakan pendapatan dividen, sementara yang lain mungkin lebih fokus pada pertumbuhan modal.

Mengevaluasi manfaat dan kerugian hasil dividen serta melakukan analisis menyeluruh terhadap perusahaan yang akan diinvestasikan adalah langkah penting dalam pengambilan keputusan investasi.

Menggunakan hasil dividen sebagai satu-satunya kriteria untuk mengevaluasi saham tidak selalu memberikan gambaran yang lengkap atau akurat tentang kesehatan perusahaan atau potensi investasinya.

Menggunakan hasil dividen sebagai salah satu faktor dalam analisis investasi adalah sah, tetapi hal itu harus dikombinasikan dengan evaluasi menyeluruh terhadap aspek-aspek lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja saham.

Investor yang cerdas selalu mengambil pendekatan yang holistik dan berdasarkan informasi yang lengkap. Menilai perusahaan hanya berdasarkan hasil dividen yang tinggi, terutama ketika perusahaan mengalami tekanan atau penurunan kinerja, bisa sangat berisiko.

Jika tertarik dengan perusahaan yang memiliki hasil dividen yang tinggi tetapi mengalami tekanan kinerja, penting untuk melakukan penelitian menyeluruh, berkonsultasi dengan profesional keuangan, dan memahami risiko yang terkait.

Misalnya, divisi manufaktur dan energi General Electric Company (GE) mulai berkinerja buruk dari tahun 2015 hingga 2018, dan harga saham turun karena pendapatan menurun. Hasil dividen (dividend yield) meningkat secara signifikan dari 3% menjadi lebih dari 5% karena harga saham yang turun. Ini adalah contoh bagaimana perubahan harga saham dapat memengaruhi perhitungan hasil dividen.

 

Dividend Yield vs. Rasio Pembayaran Dividen

Saat membandingkan ukuran dividen perusahaan, penting untuk dicatat bahwa hasil dividen memberi tahu berapa tingkat pengembalian sederhana dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham. 

Hasil dividen dan rasio pembayaran dividen adalah dua metrik yang berhubungan dengan pembayaran dividen perusahaan kepada pemegang saham, tetapi keduanya memiliki makna yang sedikit berbeda:

  • Hasil Dividen (Dividend Yield):
      • Hasil dividen (dividend yield) mengukur seberapa besar pendapatan dividen yang diberikan oleh sebuah perusahaan dalam bentuk dividen dibandingkan dengan harga saham pada saat tertentu.
      • Formula:
      • Hasil dividen memberikan gambaran tentang seberapa besar pengembalian yang dihasilkan dari dividen dalam kaitannya dengan investasi awal dalam saham. Ini adalah ukuran yang berguna bagi investor yang mencari pendapatan pasif dari investasi mereka.
  • Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio):
    • Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) adalah rasio yang mengukur seberapa besar persentase dari laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.
    • Formula:
    • Rasio pembayaran dividen memberikan gambaran tentang seberapa besar perusahaan membagikan laba mereka kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Ini mencerminkan kebijakan dividen perusahaan dan sejauh mana mereka memilih untuk membagikan pendapatan mereka kepada pemegang saham.

Perbedaan utama antara kedua metrik ini adalah fokusnya: hasil dividen berfokus pada pendapatan dividen relatif terhadap harga saham, sementara rasio pembayaran dividen berfokus pada pembagian dividen dalam hubungannya dengan laba perusahaan.

Kedua metrik ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi investor dalam memahami bagaimana perusahaan membagikan pendapatan mereka kepada pemegang saham.

 

Contoh Dividend Yield

Misalkan saham Perusahaan A diperdagangkan dengan harga $20 dan membayar dividen tahunan sebesar $1 per saham kepada para pemegang sahamnya. Misalkan saham Perusahaan B diperdagangkan seharga $40 dan juga membayar dividen tahunan sebesar $1 per saham.

Ini berarti hasil dividen Perusahaan A adalah 5% ($1 / $20), sedangkan dividend yield Perusahaan B hanya 2,5% ($1 / $40). Dengan asumsi semua faktor lain setara, seorang investor yang ingin menggunakan portofolio mereka untuk menambah pendapatan mereka kemungkinan besar akan lebih memilih Perusahaan A daripada Perusahaan B karena memiliki hasil dividen dua kali lipat.

 

Apa yang Diberitahukan Dividend Yield kepada Investor?

Hasil dividen (dividend yield) memberikan informasi penting kepada investor tentang seberapa besar pendapatan dividen yang diberikan oleh sebuah perusahaan dalam bentuk dividen dibandingkan dengan harga saham pada saat tertentu. Informasi ini dapat memberikan wawasan tentang kinerja investasi yang melibatkan pembayaran dividen. Berikut beberapa informasi yang dapat diberikan hasil dividen kepada investor:

  • Pendapatan Pasif
  • Perbandingan dengan Investasi Lain
  • Potensi Pertumbuhan Investasi
  • Indikasi Kesehatan Keuangan
  • Perubahan Kebijakan Dividen
  • Sensitivitas Terhadap Perubahan Harga Saham

Namun, penting untuk diingat bahwa hasil dividen hanya satu faktor dalam analisis investasi. Jangan hanya mengandalkan hasil dividen dalam mengambil keputusan investasi. Selalu perhatikan faktor-faktor fundamental lainnya, seperti kondisi finansial perusahaan, prospek masa depan, manajemen, dan situasi industri, sebelum membuat keputusan investasi yang bijaksana.

 

Mengapa Dividend Yield Penting?

Dividend yield memiliki beberapa alasan penting dalam konteks investasi. Ini adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keputusan investor dan memberikan wawasan tentang nilai dan kinerja investasi. Meskipun hasil dividen penting, perlu diingat bahwa tidak semua investor memiliki tujuan yang sama. 

Beberapa mungkin mencari pendapatan pasif, sementara yang lain mungkin lebih tertarik pada pertumbuhan modal. Oleh karena itu, hasil dividen harus dipertimbangkan sebagai bagian dari analisis investasi yang lebih luas, termasuk faktor-faktor fundamental dan situasi perusahaan secara keseluruhan.

 

Apakah Dividend Yield Tinggi Bagus?

Tingginya dividend yield bukan selalu menunjukkan bahwa sebuah investasi baik atau buruk. Peningkatan hasil dividen dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penurunan harga saham. Penting untuk memahami konteks dan faktor-faktor lain yang terlibat sebelum menyimpulkan bahwa hasil dividen tinggi adalah tanda baik atau buruk. Berikut beberapa pertimbangan:

Keuntungan Dividend Yield Tinggi:

  • Pendapatan Pasif yang Menarik: Hasil dividen yang tinggi dapat memberikan pendapatan pasif yang menarik bagi investor yang mencari pendapatan reguler dari investasi mereka.
  • Potensi Pertumbuhan Investasi: Jika hasil dividen tinggi berasal dari perusahaan dengan sejarah pertumbuhan dividen yang konsisten, ini dapat menjadi indikasi potensi pertumbuhan investasi di masa depan.

Pertimbangan dan Risiko:

  • Kesehatan Keuangan Perusahaan: Hasil dividen yang tinggi dapat menunjukkan bahwa perusahaan sedang menghadapi masalah finansial atau strategi bisnis yang tidak optimal. Investasi pada perusahaan yang mengalami masalah finansial dapat berisiko.
  • Kebijakan Dividen yang Berubah: Perusahaan dapat meningkatkan hasil dividen untuk sementara waktu untuk menarik investor, tetapi kemudian memangkas atau menghilangkan pembayaran dividen jika kondisi berubah. Ini dapat mempengaruhi pendapatan investasi secara tidak terduga.
  • Stabilitas Dividen: Hasil dividen yang tinggi tidak selalu berarti stabilitas. Penting untuk memeriksa apakah perusahaan memiliki sejarah pembayaran dividen yang konsisten dan berkelanjutan.

Dalam banyak kasus, hasil dividen yang tinggi bisa jadi mengindikasikan risiko yang lebih tinggi atau masalah yang mendasari dalam perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, dan kebijakan dividen perusahaan sebelum membuat keputusan investasi.

Kamu juga sebaiknya mengkombinasikan informasi dividend yield dengan analisis fundamental dan teknikal untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang investasi yang potensial.

 

Saham Mana yang Memiliki Dividend Yield Tertinggi?

Saham yang memiliki dividend yield tertinggi biasanya berasal dari sektor-sektor tertentu, seperti sektor utilitas, real estat, energi, dan beberapa sektor lainnya. Namun, perlu diingat bahwa hasil dividen tinggi tidak selalu menunjukkan investasi yang baik.

Saham dengan dividend yield tinggi mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi atau menghadapi masalah finansial. Berikut beberapa jenis saham yang cenderung memiliki hasil dividen tertinggi:

  • Real Estate Investasi (REITs): REITs adalah perusahaan yang memiliki, mengelola, atau membiayai properti komersial, seperti gedung perkantoran, mal, dan properti lainnya. Kebanyakan REITs wajib membayar sebagian besar pendapatannya sebagai dividen untuk memenuhi persyaratan pajak. Oleh karena itu, REITs seringkali memiliki hasil dividen yang tinggi.
  • Masternode Limited Partnerships (MLPs): MLPs adalah entitas yang terutama beroperasi di sektor energi, terutama minyak dan gas. MLPs seringkali memiliki kebijakan pembagian pendapatan yang signifikan dalam bentuk dividen.
  • Saham-Saham Utilitas: Perusahaan utilitas, seperti perusahaan listrik dan gas, sering diatur untuk membayar dividen stabil dan tinggi. Ini karena sifat yang lebih stabil dari pendapatan dan permintaan dalam industri utilitas.
  • Saham-Saham Berdividen Tinggi: Beberapa perusahaan memiliki kebijakan dividen yang agresif dan membagikan sebagian besar laba mereka kepada pemegang saham. Ini dapat menghasilkan hasil dividen yang tinggi, tetapi juga dapat mengindikasikan risiko atau ketidakpastian.
  • Saham di Industri Stabil: Beberapa saham di industri yang relatif stabil, seperti makanan dan minuman, juga dapat memiliki kebijakan pembayaran dividen yang stabil dan tinggi.

Meskipun ini adalah beberapa kategori saham yang cenderung memiliki hasil dividen tinggi, penting untuk selalu melakukan analisis menyeluruh terhadap perusahaan sebelum melakukan investasi.

Pertimbangkan faktor-faktor seperti stabilitas perusahaan, prospek pertumbuhan, kinerja keuangan, dan kebijakan dividen sebelum membuat keputusan investasi. Diversifikasi portofolio juga penting untuk mengurangi risiko.

Saham dividen dengan imbal hasil tinggi dapat menjadi pembelian yang baik untuk beberapa investor bernilai, tetapi juga dapat menandakan bahwa harga saham baru-baru ini turun sedikit, membuat dividen warisan relatif lebih tinggi daripada harga saham.

 

Dividend Yield (Hasil Dividen)
by Kiki A. Ramadhan

0 comments


Artikel lainnya