Investasi Terbesar dalam Sejarah! Google Siapkan $75 Miliar untuk AI di 2025

Google akan menginvestasikan $75 miliar pada 2025 untuk memperkuat AI dan cloud. Apakah ini cukup untuk menyaingi pesaing seperti OpenAI dan DeepSeek?

article author image

MFeb 5, 2025

article cover image

Dalam laporan pendapatan kuartal keempat 2024, Alphabet induk perusahaan Google mengungkapkan peningkatan capex hingga 43% dibandingkan tahun 2023, yang hanya mencapai $32,3 miliar.

Pichai menyatakan investasi ini bertujuan untuk mempercepat inovasi AI dan memperkuat bisnis utama Google, termasuk pencarian berbasis AI, cloud computing, dan layanan berbasis machine learning.

AI Jadi Mesin Uang Google, Tapi Saham Anjlok

AI telah menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar Google dalam beberapa tahun terakhir. Alphabet melaporkan total pendapatan mencapai $96,5 miliar pada kuartal terakhir 2024, tumbuh 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan Google Cloud melonjak 10% menjadi $12 miliar, didorong oleh ekspansi layanan AI generatif dan infrastruktur AI.

Namun, angka tersebut masih di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan pendapatan sebesar $96,7 miliar. Akibatnya, harga saham Alphabet anjlok lebih dari 7% dalam perdagangan pasca-pasar.

Tekanan dari Kompetitor, China Munculkan Ancaman Baru

Investasi besar Google terjadi di tengah meningkatnya persaingan di industri AI. DeepSeek, perusahaan AI asal China, mengejutkan pasar AS pada akhir Januari dengan meluncurkan model AI canggih yang dikembangkan hanya dengan anggaran $6 juta—jauh lebih rendah dibandingkan anggaran raksasa teknologi AS seperti OpenAI atau Google.

DeepSeek menggunakan perangkat keras yang lebih sederhana dari Nvidia untuk melatih model AI-nya, tetapi tetap berhasil menciptakan pesaing tangguh bagi Gemini 2.0 Flash milik Google.

Meski demikian, Pichai tetap optimistis. Dalam panggilan investor pada 4 Februari, ia menegaskan bahwa model AI Google termasuk yang paling efisien di pasar, mengklaim bahwa Gemini 2.0 Flash tetap lebih unggul dibandingkan model DeepSeek v3 dan R1.Dalam laporan pendapatan kuartal keempat 2024, Alphabet induk perusahaan Google mengungkapkan peningkatan capex hingga 43% dibandingkan tahun 2023, yang hanya mencapai $32,3 miliar.

Pichai menyatakan investasi ini bertujuan untuk mempercepat inovasi AI dan memperkuat bisnis utama Google, termasuk pencarian berbasis AI, cloud computing, dan layanan berbasis machine learning.

AI Jadi Mesin Uang Google, Tapi Saham Anjlok

AI telah menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar Google dalam beberapa tahun terakhir. Alphabet melaporkan total pendapatan mencapai $96,5 miliar pada kuartal terakhir 2024, tumbuh 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan Google Cloud melonjak 10% menjadi $12 miliar, didorong oleh ekspansi layanan AI generatif dan infrastruktur AI.

Namun, angka tersebut masih di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan pendapatan sebesar $96,7 miliar. Akibatnya, harga saham Alphabet anjlok lebih dari 7% dalam perdagangan pasca-pasar.

Tekanan dari Kompetitor, China Munculkan Ancaman Baru

Investasi besar Google terjadi di tengah meningkatnya persaingan di industri AI. DeepSeek, perusahaan AI asal China, mengejutkan pasar AS pada akhir Januari dengan meluncurkan model AI canggih yang dikembangkan hanya dengan anggaran $6 juta—jauh lebih rendah dibandingkan anggaran raksasa teknologi AS seperti OpenAI atau Google.

DeepSeek menggunakan perangkat keras yang lebih sederhana dari Nvidia untuk melatih model AI-nya, tetapi tetap berhasil menciptakan pesaing tangguh bagi Gemini 2.0 Flash milik Google.

Meski demikian, Pichai tetap optimistis. Dalam panggilan investor pada 4 Februari, ia menegaskan bahwa model AI Google termasuk yang paling efisien di pasar, mengklaim bahwa Gemini 2.0 Flash tetap lebih unggul dibandingkan model DeepSeek v3 dan R1.

Nanovest News v3.23.2