Des 1, 2023

Dividend Policy

Apa itu Kebijakan Dividen (Dividend Policy)?

Kebijakan dividen atau dividend policy mengacu pada pendekatan atau strategi yang diambil oleh perusahaan dalam hal pembagian laba kepada pemegang sahamnya dalam bentuk dividen.

Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai imbalan atas kepemilikan mereka dalam perusahaan. Dividend policy dapat bervariasi antara perusahaan-perusahaan dan tergantung pada sejumlah faktor internal dan eksternal. Ada beberapa jenis kebijakan dividen yang umum:

  1. Dividen Tunai: Perusahaan membayar dividen dalam bentuk uang tunai kepada pemegang sahamnya. Dividen tunai diberikan berdasarkan jumlah saham yang dimiliki oleh setiap pemegang saham.
  2. Dividen Saham: Kadang-kadang disebut juga “dividen dalam bentuk saham.” Perusahaan memberikan saham tambahan kepada pemegang saham sebagai dividen, bukan memberikan uang tunai. Ini meningkatkan jumlah saham yang dimiliki oleh setiap pemegang saham, tetapi nilai total kepemilikan mereka tetap sama.
  3. Dividen Khusus: Dividen khusus adalah dividen yang diberikan di luar dari jadwal dividen reguler. Ini bisa terjadi jika perusahaan mendapatkan keuntungan yang tidak terduga atau memiliki sumber dana yang berlimpah.
  4. Dividen Berkala (Regular Dividends): Ini adalah dividen yang dibayarkan secara reguler sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Perusahaan mungkin membagikan dividen berkala secara bulanan, per triwulan, setiap setengah tahun, atau setahun sekali.
  5. Dividen Interim: Dividen interim adalah dividen yang dibayarkan di tengah-tengah tahun keuangan sebelum laporan keuangan tahunan diselesaikan. Ini umumnya dilakukan jika perusahaan memiliki likuiditas yang cukup dan ingin memberikan imbalan kepada pemegang saham lebih awal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi dividend policy meliputi:

  • Kondisi Keuangan Perusahaan: Kemampuan perusahaan untuk membayar dividen bergantung pada kesehatan keuangan dan aliran kas yang dihasilkan.
  • Rencana Pertumbuhan dan Investasi: Perusahaan yang berencana untuk tumbuh dan mengembangkan bisnisnya mungkin memilih untuk mengalokasikan sebagian besar laba kembali ke dalam bisnis daripada membayar dividen.
  • Struktur Pemegang Saham: Preferensi dan tujuan pemegang saham dapat mempengaruhi keputusan perusahaan mengenai pembayaran dividen. Pemegang saham yang lebih suka pendapatan dividen mungkin mengharapkan dividen yang lebih tinggi.
  • Siklus Industri: Industri atau sektor tempat perusahaan beroperasi dapat mempengaruhi kebijakan dividen. Industri yang stabil dan menghasilkan aliran kas yang konsisten mungkin lebih cenderung membayar dividen yang stabil.
  • Pajak: Peraturan perpajakan juga dapat mempengaruhi kebijakan dividen, karena pembayaran dividen bisa memiliki dampak pajak yang berbeda bagi perusahaan dan pemegang saham.
  • Kebutuhan Modal: Jika perusahaan memerlukan modal tambahan untuk pengembangan atau proyek strategis, mereka mungkin memilih untuk mengurangi pembayaran dividen.

Dividend policy dapat memberikan gambaran tentang kesehatan dan strategi jangka panjang perusahaan. Bagi investor, kebijakan dividen juga dapat menjadi pertimbangan penting dalam memilih saham untuk investasi, tergantung pada preferensi mereka terhadap pendapatan dividen atau potensi pertumbuhan modal.

 

Bagaimana Dividend Policy Bekerja

Pemimpin perusahaan seringkali merupakan pemegang saham terbesar dan memiliki keuntungan terbesar dari dividend policy yang murah hati. 

Kebijakan dividen merupakan panduan atau pendekatan yang digunakan oleh perusahaan untuk menentukan bagaimana mereka akan membagikan laba kepada pemegang saham. Kebijakan ini mengatur frekuensi, jumlah, dan jenis dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Dividend policy bekerja dengan mempertimbangkan beberapa faktor utama:

  1. Kondisi Keuangan Perusahaan: Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kebijakan dividen adalah kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan perlu memastikan bahwa mereka memiliki cukup likuiditas dan aliran kas yang cukup untuk membayar dividen tanpa mengorbankan operasi dan investasi bisnis.
  2. Tujuan Pertumbuhan Bisnis: Perusahaan yang ingin tumbuh dan mengembangkan bisnisnya mungkin memilih untuk menyimpan sebagian besar laba sebagai modal yang diperlukan untuk investasi, ekspansi, riset, dan pengembangan produk baru.
  3. Pengembalian kepada Pemegang Saham: Kebijakan dividen mempertimbangkan bagaimana perusahaan dapat memberikan pengembalian yang memuaskan kepada pemegang saham sambil tetap memenuhi kebutuhan bisnis.
  4. Preferensi Pemegang Saham: Kebijakan dividen juga dapat memperhitungkan preferensi dan ekspektasi pemegang saham. Beberapa pemegang saham mungkin mengharapkan pendapatan dividen yang stabil, sementara yang lain mungkin lebih tertarik pada pertumbuhan modal.
  5. Risiko dan Kestabilan: Perusahaan juga mempertimbangkan risiko dan stabilitas pendapatan mereka. Bisnis yang menghadapi fluktuasi pendapatan yang signifikan mungkin lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan dividen yang stabil.
  6. Siklus Industri: Siklus bisnis dan kondisi industri tempat perusahaan beroperasi juga dapat memengaruhi kebijakan dividen. Industri yang stabil cenderung lebih konsisten dalam pembayaran dividen.
  7. Pajak: Aspek perpajakan juga bisa mempengaruhi kebijakan dividen. Pembayaran dividen dapat memiliki dampak pajak yang berbeda, baik bagi perusahaan maupun pemegang saham.
  8. Strategi Modal: Perusahaan perlu mempertimbangkan bagaimana mereka akan memanfaatkan modal mereka. Jika investasi dalam bisnis saat ini atau peluang baru memiliki potensi pengembalian yang lebih tinggi daripada membayar dividen, perusahaan mungkin lebih memilih untuk berinvestasi.

Secara umum, ada beberapa pendekatan dividend policy yang umum:

  • Dividen Stabil
  • Dividen Bertambah
  • Dividen Irregular
  • Dividen Interim

Dividend policy haruslah dipertimbangkan dengan cermat, karena memiliki dampak pada pemegang saham, citra perusahaan, dan pengelolaan modal. Keputusan mengenai kebijakan dividen didasarkan pada analisis menyeluruh tentang keadaan keuangan perusahaan, tujuan bisnis, dan preferensi pemegang saham.

Jenis – jenis Dividend Policy

  • Kebijakan Dividen Stabil

Kebijakan dividen stabil adalah pendekatan di mana perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham dalam jumlah yang relatif konstan dari waktu ke waktu. Tujuan utama dari kebijakan dividen stabil adalah memberikan pemegang saham kepastian dan konsistensi dalam pendapatan dividen. Berikut adalah beberapa poin penting tentang kebijakan dividen stabil:

  • Konsistensi Pembayaran Dividen
  • Manfaat bagi Pemegang Saham Pendapatan
  • Refleksi Kesehatan Keuangan
  • Penghindaran Kesulitan Keuangan
  • Kestabilan Harga Saham

Dalam kebijakan dividen stabil, manajemen perusahaan harus mempertimbangkan kesehatan keuangan, tujuan bisnis, preferensi pemegang saham, dan kondisi pasar secara keseluruhan. Ini adalah pendekatan yang memerlukan keseimbangan yang baik antara memberikan pengembalian kepada pemegang saham dan memastikan kelangsungan bisnis.

  • Kebijakan Dividen Konstan

Kebijakan dividen konstan adalah pendekatan di mana perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham dalam jumlah yang tetap dan tidak berubah dari tahun ke tahun, terlepas dari fluktuasi pendapatan atau laba perusahaan. Tujuannya adalah memberikan pemegang saham kepastian dan stabilitas dalam pembayaran dividen. Berikut adalah beberapa poin penting tentang kebijakan dividen konstan:

  • Kepastian Pembayaran Dividen
  • Manfaat bagi Pemegang Saham Pendapatan
  • Sinyal Stabilitas Keuangan
  • Mendorong Kepercayaan Pemegang Saham
  • Potensi Dampak pada Harga Saham

Dalam kebijakan dividen konstan, manajemen perusahaan harus mempertimbangkan keseimbangan yang baik antara memberikan stabilitas kepada pemegang saham dan menjaga fleksibilitas dalam pengelolaan dana dan pertumbuhan bisnis. Keputusan mengenai kebijakan dividen haruslah berdasarkan pada analisis yang cermat tentang kondisi keuangan perusahaan, tujuan bisnis, dan preferensi pemegang saham.

  • Kebijakan Dividen Residual

Kebijakan dividen residual adalah pendekatan di mana perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham dari sisa dana yang tersedia setelah memenuhi semua kebutuhan operasional, investasi, dan pertumbuhan bisnis.

Dalam kebijakan ini, dividen dianggap sebagai “sisa” setelah semua pengeluaran penting telah dilakukan. Pendekatan ini memprioritaskan penggunaan dana untuk kebutuhan bisnis yang lebih mendesak dan memberikan dividen dari sisanya. Berikut adalah beberapa poin penting tentang kebijakan dividen residual:

  • Prioritas Penggunaan Dana
  • Keseimbangan Antara Pembayaran Dividen dan Pertumbuhan Bisnis
  • Fleksibilitas dalam Pembayaran Dividen
  • Kontrol Risiko Keuangan
  • Pentingnya Evaluasi Proyek Investasi

Dalam kebijakan dividen residual, perusahaan harus memiliki penilaian yang matang tentang investasi yang paling menguntungkan dan memastikan bahwa dividen dibayar hanya setelah semua kebutuhan penting telah dipenuhi. Ini adalah pendekatan yang memerlukan keseimbangan yang hati-hati antara memberikan pengembalian kepada pemegang saham dan memastikan pertumbuhan dan kelangsungan bisnis.

 

Contoh Dividend Policy

Kinder Morgan (KMI) mengejutkan dunia investasi ketika pada tahun 2015 mereka memotong pembayaran dividen sebesar 75%, sebuah langkah yang membuat harga saham mereka turun. Namun, banyak investor menganggap perusahaan memiliki pijakan yang kokoh dan membuat keputusan keuangan yang tepat untuk masa depan mereka. Dalam kasus ini, perusahaan yang memotong dividen menguntungkan mereka, dan enam bulan setelah pemotongan, Kinder Morgan melihat harga sahamnya naik hampir 25%. Pada awal 2019, perusahaan kembali menaikkan pembayaran dividennya sebesar 25%, sebuah langkah yang membantu menghidupkan kembali kepercayaan investor terhadap perusahaan energi tersebut.

 

Dividend Policy
by Kiki A. Ramadhan

0 comments


Artikel lainnya