Ini Dia Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal, Investor Pemula Wajib Tahu!

Artikel ini akan membahas apa itu pasar uang dan pasar modal, serta apa saja yang menjadi perbedaannya, agar investor pemula tidak salah dalam membedakannya dan memudahkan ketika akan memulai berinvestasi.

article author image

AjengMar 5, 2025

article cover image

Bingung dengan perbedaan pasar uang dan pasar modal? Jangan khawatir! Artikel ini akan membahas mengenai perbedaan antara pasar uang dan pasar modal. Namun sebelumnya, mari kita kenali dulu apa itu pasar uang dan pasar modal.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Pasar Uang?

Pasar uang merupakan sebuah mekanisme di mana transaksi keuangan, khususnya pinjam-meminjam dana, dilakukan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Transaksi ini dapat dilakukan melalui bank maupun lembaga sekuritas keuangan bukan bank.

Pihak yang meminjam dana akan memberikan imbalan berupa bunga kepada pihak yang memberikan pinjaman. Proses transaksi dapat dilakukan secara langsung antara kedua pihak atau melalui perantara seperti broker. Jangka waktu pinjaman dalam pasar uang biasanya berkisar antara satu hari hingga maksimal satu tahun.

Dalam transaksi pasar uang, terdapat berbagai instrumen yang diperdagangkan. Instrumen-instrumen ini umumnya berbentuk surat berharga. Berikut adalah daftar lengkap surat berharga yang dapat diperdagangkan di pasar uang.

  1. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU);

  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI);

  1. Surat sanggup bayar;

  1. Obligasi pemerintah (T-Bills);

  1. Banker’s Acceptance (BA);

  1. Surat Berharga Komersial; dan

  1. Pinjaman singkat.

Pasar modal adalah tempat investor bertemu emiten. Investor memiliki dana, emiten (biasanya perusahaan) membutuhkan modal. Pasar modal menawarkan pendanaan jangka panjang, dengan instrumen seperti saham, obligasi, reksadana, ETF, dan derivatif.

Apa Itu Pasar Modal?

Pasar modal adalah tempat di mana instrumen keuangan jangka panjang, dengan periode lebih dari satu tahun yang diperdagangkan. Pasar ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli instrumen keuangan, tetapi juga memiliki dua peran penting, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.

Dari segi fungsi ekonomi, pasar modal berperan sebagai wadah yang mempertemukan investor (pihak yang memiliki kelebihan dana) dengan emiten (pihak yang membutuhkan dana).

Sementara dari fungsi keuangan, pasar modal memberikan peluang bagi pemilik dana untuk memperoleh imbalan atau keuntungan yang disesuaikan dengan karakteristik investasi yang mereka pilih.

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Sebagai dua sarana investasi yang paling umum dipilih oleh para investor, pasar uang dan pasar modal memiliki perbedaan-perbedaan mendasar yang perlu dipahami, antara lain sebagai berikut.

  1. Rentang Waktu Investasi

Salah satu perbedaan utama yang memisahkan pasar uang dari pasar modal adalah rentang waktu investasi yang terlibat.

Pasar uang pada dasarnya dirancang untuk investasi jangka pendek, dengan periode investasi yang biasanya tidak melebihi satu tahun. Sebaliknya, pasar modal lebih berorientasi pada investasi jangka panjang, di mana modal yang ditanamkan diharapkan memberikan hasil dalam periode waktu yang lebih lama dari satu tahun.

Meskipun berbeda dalam jangka waktu, kedua pasar ini sama-sama membutuhkan pengelolaan yang profesional. Para ahli yang bertanggung jawab atas pengelolaan investasi di kedua pasar ini adalah Manajer Investasi yang telah memiliki izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  1. Jenis Instrumen Investasi yang Diperdagangkan

Pasar uang dengan fokusnya pada investasi jangka pendek, menawarkan instrumen-instrumen yang umumnya bersifat likuid dan kurang berisiko. Di sisi lain, pasar modal yang berorientasi pada investasi jangka panjang, menawarkan instrumen yang lebih beragam dan berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar, namun juga dengan tingkat risiko yang lebih tinggi.

  1. Tujuan dan Risiko Investasi

Investor yang cenderung menghindari risiko biasanya lebih memilih pasar uang sebagai tempat untuk mempertahankan nilai aset mereka. Mereka umumnya mencari investasi yang aman dan stabil, meskipun potensi keuntungannya mungkin tidak terlalu besar.

Berbeda dengan investor pasar modal biasanya memiliki tujuan yang lebih beragam, mulai dari pertumbuhan modal yang agresif hingga pendapatan pasif yang stabil. Mereka yang berani mengambil risiko lebih besar seringkali tertarik pada investasi saham, yang dikenal dengan potensi keuntungannya yang tinggi.

Namun, ada juga investor yang lebih memilih strategi investasi yang lebih seimbang dengan cara melakukan diversifikasi ke berbagai instrumen investasi. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko sekaligus tetap mendapatkan potensi keuntungan yang menarik.

  1. Otoritas Tertinggi

Meskipun keduanya berada di bawah naungan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar uang dan pasar modal memiliki perbedaan dalam hal otoritas tertinggi yang menaunginya.

Otoritas tertinggi pasar uang adalah Bank Indonesia (BI), yang memiliki peran sentral dalam mengatur peredaran, penciptaan, dan regulasi terkait uang di Indonesia.

Sementara itu, pasar modal berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), yang memiliki hubungan erat dengan BEI dan regulasi yang berlaku di dalamnya.

  1. Mekanisme Pasar

Pasar modal dikenal memiliki mekanisme yang lebih kompleks dan melibatkan serangkaian tahapan yang harus dilalui. Prosesnya bisa dimulai dari menghubungi lembaga penjamin emisi saat perusahaan membutuhkan bantuan pendanaan, hingga melakukan uji kelayakan terhadap calon emiten sebelum sahamnya dapat ditawarkan kepada publik melalui proses penawaran umum.

Sementara itu, mekanisme transaksi di pasar uang cenderung lebih sederhana dan tidak serumit pasar modal. Investor dan emiten hanya perlu mencapai kesepakatan terkait tawaran instrumen bersertifikat yang diterbitkan oleh emiten, dan transaksi pun dapat langsung dilakukan tanpa melalui tahapan yang rumit.

  1. Likuiditas

Likuiditas mengacu pada seberapa cepat dan mudah suatu aset dapat dikonversi menjadi uang tunai. Dalam hal ini, pasar uang umumnya lebih likuid daripada pasar modal. Di pasar modal, investor membeli saham dalam satuan lot. Untuk mencairkan investasi mereka, investor harus menjual lot saham tersebut kepada investor lain, bukan kepada perusahaan penerbit saham.

Proses penjualan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor pasar dan mungkin memerlukan waktu. Sebaliknya, di pasar uang, investor memiliki hak redemption, yang memungkinkan mereka untuk mencairkan investasi mereka secara langsung dengan emiten tempat mereka berinvestasi. Selain itu, proses redemption ini biasanya juga melibatkan pembayaran bunga tertentu kepada emiten.

Kesimpulannya, pasar uang dan pasar modal punya kelebihan masing-masing. Pilih jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu. Jangan investasi "all in" pada satu instrumen.

Diversifikasi penting untuk mencegah kerugian. Keduanya menawarkan keuntungan, seperti bunga (pasar uang) dan dividen (pasar modal). Setelah memahami perbedaannya, kamu sudah bisa menentukan pilihan investasi yang tepat dan sesuai.

Apabila tertarik untuk mulai berinvestasi, aplikasi investasi Nanovest dapat menjadi pilihan yang tepat karena menyediakan lebih dari 2.000 saham Amerika Serikat, serta memiliki lebih dari 600 aset kripto yang sangat lengkap.

Nanovest bisa menjadi platform investasi pilihan karena telah berizin Bappebti, dan dilindungi asuransi Sinarmas, sehingga keamanan aset investasi kamu terjamin. #AmanSamaNano

Kamu sudah bisa berinvestasi dengan membeli sahamaset digital, ataupun emas mulai dari Rp5000 saja!

Unduh aplikasi Nanovest sekarang juga!

Nanovest News v3.23.2